BALIKPAPAN-Kian memanasnya persaingan untuk menjadi Ketua Umum KONI Balikpapan periode 2022-2026 menyedot perhatian banyak pihak. Tak terkecuali pengamat olahraga, Sulton Fahrudin.

Sulton menyebut, munculnya sejumlah nama yang menyatakan niatnya untuk maju dalam pencalonan layak mendapat apresiasi. Artinya, selama ini banyak pihak yang sebenarnya menaruh perhatian terhadap induk organisasi di Kota Beriman ini.

“Jadi yang mesti kita pahami, mereka yang menyatakan diri maju dalam pencalonan punya kemauan untuk memperbaiki KONI Balikpapan,” kata mantah Sekretaris Umum KONI Balikpapan ini.

Sebab, jika bicara soal kepentingan, utamanya anggaran, selama ini KONI Balikpapan tak punya anggaran jumbo. Dalam tiga tahun terakhir saja, rata-rata KONI Balikpapan hanya mendapat jatah sebesar Rp 3 miliar.

“Jadi kalau motifnya anggaran saya rasa tidak tepat. Artinya, yang paling realistis adalah sosok yang muncul ini memang ingin ada perubahan dan perbaikan di tubuh KONI Balikpapan,” beber mantan Sekretaris Umum KONI Balikpapan ini.

Di sisi lain, Sulton juga mengapresiasi minat yang ditunjukkan dua anggota DPRD Balikpapan, Alwi Al Qadri dan Sabaruddin Panrecale yang menyatakan keinginan maju dalam pemilihan.

Minat yang ditunjukkan dua anggota dewan ini, lanjut Sulton menjadi bukti, pemerintah punya perhatian terhadap nasib olahraga di Kota Beriman.

Ini, kata dia, mesti direspon positif oleh pengurus cabor, yang punya hak suara dalam pemilihan nanti. “Jangan malah ada kesan dicari-cari alasan untuk menjegal mereka (Alwi dan Sabaruddin),” pesan Sulton.

Sebab, di sejumlah daerah, anggota DPRD bahkan Ketua DPRD dapat menduduki pucuk pimpinan KONI. Tengok saja, di Gorontalo, Fikram Salilama, yang merupakan anggota DPRD Provinsi Gorontalo kini menjabat sebagai Ketua Umum KONI Gorontalo.

Selain itu, sejumlah Ketua LPM di Balikpapan, mayoritas merupakan anggota DPRD Kota Balikpapan. Pun dengan Ketua Forum Olahraga Masyarakat Indonesia (FORMI) Balikpapan, yang juga anggota DPRD.

“Artinya kan selama ini tidak ada masalah. Jangan karena ketidaksukaan, akhirnya dijegal dicari celah untuk menutup jalan,” kata dia.

Dia secara khusus juga berpesan kepada pengurus cabor untuk lebih bijak dan memilih ketua yang benar-benar menawarkan gagasan. Dengan semakin banyaknya pilihan, justru cabor lah yang disebut dia paling diuntungkan. Persoalan lain, kata Sulton mestinya bisa ditoleransi.

“Artinya cabor punya opsi untuk melihat mana yang benar-benar punya visi dan komitmen membawa KONI Balikpapan ke arah yang lebih baik lagi,” tutup dia. (hul)