BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan piagam penghargaan kepada Plt Bupati PPU, Hamdam, dirangkai pemberian santunan kepada ahli waris, dalam acara HUT PPU ke 20 Jumat (11/3). 

BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan secara simbolis santunan penerima manfaat kepada ahli waris.

Penyerahan santunan ini dirangkai dengan pemberian piagam penghargaan kepada pemerintah Penajam Paser Utara (PPU), karena telah terlibat aktif dalam mendaftarkan pegawai non ASN serta perangkat desa yang ada di PPU, ke dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

Deputi Direktur Wilayah Kalimantan BPJS Ketenagakerjaan Rini Suryani mengatakan, manfaat yang dapat diperoleh dengan mendaftar program BPJS Ketenagakerjaan, cukup banyak.

Dalam skala kecil saja, salah satu yang mendapatkan manfaat pada kesempatan tersebut, merupakan salah satu ahli waris dari peserta BPJS Ketenagakerjaan, yang mendapatkan jaminan kematian.

"Ada salah satu peserta non ASN yang meninggal dunia, itu baru manfaat jaminan kematian, yang kita berikan, manfaat jaminan kecelakaan kerja juga akan diberikan, jika peserta ada yang mengalami kecelakaan kerja," jelas Rini Suryani, Jumat (11/3/2022).

Rini menambahkan, tidak hanya jaminan yang diberikan kepada pekerja non ASN, tetapi seluruh lapisan masyarakat yang telah terdaftar menjadi peserta, baik pekerja swasta, pedagang, petani maupun nelayan.

"Akan ditanggung biaya pengobatan dan perawatan, untuk jaminan kecelakaan kerja, bahkan sampai yang bersangkutan dinyatakan sembuh oleh dokter, selama masih dirawat maka akan ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan," tuturnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan cabang Balikpapan, I Nyoman Hary Sujana mengatakan, cakupan peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk tiga wilayah yakni Balikpapan, Penajam Paser Utara dan Kabupaten Paser, sudah ada 171 ribu peserta, atau sekitar 60 persen dari total jumlah pekerja yang ada di ketiga daerah tersebut.

"Total peserta 171 ribu, karena cabang Balikpapan ini membawahi 3 kabupaten Kota, Balikpapan, PPU, Paser. Untuk Penajam sendiri, ada sekitar, 34 ribu peserta, sedangkan Paser 28 ribu," jelas I Nyoman Hary Sujana.

Kendati demikian, ia berharap peran pemerintah daerah agar seluruh masyarakat PPU bisa menjadi peserta dari BPJS Ketenagakerjaan, hal itu seiring berbagai manfaat perlindungan yang diberikan jika menjadi peserta.

"Harapannya semakin banyak yang menjadi peserta di PPU ini," tambahnya.

Selanjutnya, salah satu ahli waris penerima santunan penerima manfaat, Wahyu Rezandi mengatakan, dirinya sangat terbantu dengan adanya pemberian santunan tersebut.

Jumlah uang sebesar Rp 42 juta itu, rencananya akan digunakan sebagai tabungan untuk anaknya.

Ia sendiri merupakan ahli waris dari istrinya yang bekerja sebagai pegawai non ASN di kantor Kesbangpol, dengan masa kerja selama kurang lebih lima tahun.

"Saya berharap, semua lapisan masyarakat, tidak hanya pekerja di bidang pemerintahan, tetapi juga dari kalangan nelayan petani, bisa mendaftar agar manfaat-manfaat seperti ini bisa didapatkan," ucap Wahyu Rezand. (aji/pro)