BALIKPAPAN-Tes DNA akan dilakukan dalam proses identifikasi dua jenazah korban Kapal Cumawis 110, yang tengelam di Perairan Teluk Adang, Kabupaten Paser, Selasa (1/3) lalu.

Putri Fitriyani, keluarga Ahmad Yani, salah satu ABK korban kapal yang tenggelam mengatakan, pihak RS Bhayangkara menjadwalkan tes DNA bagi keluarga terdekat korban untuk membantu proses identifikasi jenazah.

“Jenazah memang dalam kondisi tidak utuh dan sulit dikenali. Jadi keluarga diminta menunggu untuk tes DNA,” katanya ditemui di RS Bhayangkara, Jum’at (18/3) sore.

Sebelumnya, tim Basarnas Kota Balikpapan berhasil mengevakuasi satu lagi jenazah korban tenggelamnya Kapal Cumawis 110 pada Kamis (17/3) sore.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas IA Kota Balikpapan, Melkianus Kotta, mengatakan, jenazah kedua ditemukan setelah tim penyelam melakukan pencarian ke dalam bangkai kapal, Jum’at (18/3) sore.

“Benar, tadi sore tim penyelam sukses mengevakuasi satu jenazah dari dalam kapal. Jenazah dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk proses identifikasi,” ungkap Melkianus Kotta.

Dia juga memastikan tidak ada lagi jenazah di dalam kapal. Ini setelah tim penyelam melakukan penyisiran di seluruh bagian kapal. “Proses pencarian kami hentikan, karena cuaca tidak mendukung,” katanya.

Informasi yang dihimpun media ini, Kapal Cumawis 110 dengan muatan crude palm olil (CPO) berlayar dari Tanah Grogot menuju Balikpapan dan tenggelam di Perairan Teluk Adang, Kabupaten Paser, Selasa (1/3) sekira pukul 20.00 Wita.

Belum diketahui pasti penyebab utama kapal ini tenggelam. Namun, informasi sementara kapal terjebak cuaca buruk.

Selain kapten kapal, Kapal Cumawis 110 ini membawa tujuh ABK, mereka adalah Arya, Rezki, Ahmad Yani, Bambang yang dilaporkan hilang. Tiga ABK lainnya, Abdullah, Amir dan Andul berhasil selamat dalam peristiwa ini. (hul)