BALIKPAPAN-Kesulitan mendapatkan BBM jenis solar rupanya tak hanya dialami pengemudi truk di Balikpapan. Pegusahan transportasi laut, khususnya kelotok penyeberangan Balikpapan-Penajam Paser Utara, juga mengalami hal serupa.

Salah satu motoris kelotok, Rustam, mengaku belakangan ini kerap kesulitan mendapatkan solar. Bahkan, dia mesti berburu solar hingga ke Penajam Paser Utara.

“Biasanya di kios-kios Balikpapan ada saja, tapi sebulan terakhir susah. Terpaksa kami mencari solar hingga ke PPU,” kata warga Balikpapan ini.

Selain susah mendapatkan solar, Rustam juga menyebut harga solar eceran kini mengalami kenaikan. Jika biasanya dia hanya mengeluarkan Rp 7 ribu untuk setiap liter solar, kini harga solar per liter sudah menyentuh angka Rp 8 ribu.

Dalam sehari, Rustam mengaku biasanya butuh 15 liter solar untuk mengoperasikan kelotoknya. Dengan modal 15 liter solar, kelotoknya bisa enam kali PP Balikpapan-PPU dalam sehari.

Dirinya berharap pemerintah bisa segera mengatasi kelangkaan solar. Sebab, jika pasokan solar tak lancar dia tak bisa mengangkut penumpang. Padahal dari mengemudikan kelotoklah dia bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Soal pendapatan, dalam sehari Rustam bisa mengantongi penghasilan hingga Rp 400 ribu. Itu, kata dia, belum termasuk ongkos kapten kapal dan anak buah. "Pendapatan bersihnya ya bisa Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu sehari,” kata dia.

Kelotok memang masih jadi moda transportasi laut pilihan masyarakat yang ingin menuju Penajam maupun sebaliknya. Waktu tempuh yang relatif lebih singkat ditambah harganya yang terjangkau jadi alasan utama warga memilih kelotok. (hul)