BALIKPAPAN-Ratusan masa gabungan supir truk dan mahasiswa di Balikpapan kembali menggelar aksi, Rabu (30/3) siang. Mereka meminta pemerintah bisa menuntaskan permasalahan antrean solar subsidi yang setahun belakangan kian parah di Balikpapan.

Tak kurang 300an truk diparkir di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, mulai dari Gedung Parkir Klandasan hingga Kantor Pemkot Balikpapan.

Sainudin, perwakilan mahasiswa mengatakan, aksi kali ini merupakan kelanjutan aksi sebelumnya yang digelar di Pintu 1 Pertamina, 23 Maret 2022 kemarin.

Sejumlah tuntutan disampaikan pada aksi kali ini, di antaranya meminta Wali Kota Balikpapan mengajukan tambahan kuota solar subsidi. Yang kedua, mendesak Pertamina menuntaskan persoalan kelangkaan BBM solar subsidi.

"Kami juga meminta Pertamina membuka data distribusi solar subsidi laporan penjualan SPBU," kata Sainudin.

Di sisi lain, Sainudin juga menilai kelangkaan solar subsidi tak lepas dari ulah pengusaha tambang dan perkebunan yang turut menikmati solar subdisi

"Kami meminta Polda Kaltim memberantas mafia solar subsidi di Kaltim," tegas dia.

Ia juga meminta, pemerintah berani mencabut izin perusahaan sawit dan tambang yang menikmati solar subsidi. 

Sementara untuk mengatasi antrean yang mengular, mahasiswa juga meminta Pertamina menambah jumlah SPBU di Balikpapan dan Kaltim.

"Terakhir, kami minta aparat menangkap aktor intelektual pencuri solar subsidi," tuntas dia. (hul)