BALIKPAPAN – Serupa dengan daerah lainnya di Indonesia, Balikpapan juga mengalami kelangkaan minyak goreng. Stok minyak tidak selalu ada. Baik di pasar tradisional, toko kelontong, minimarket dan swalayan di Kota Beriman.

Hal ini menjadi perhatian bagi DPRD Balikpapan. Khususnya Komisi II bidang ekonomi, keuangan, anggaran, pariwisata dan perdagangan. Rencananya komisi II akan meninjau kondisi di lapangan.

Tujuannya untuk mengetahui apa kendala distribusi minyak goreng kepada konsumen. Anggota DPRD Balikpapan Komisi II H Harris mengatakan, saat ini pihaknya siap untuk melakukan sidak.

“Masalah minyak goreng mulai langka ini menjadi trending topic. Ini membuat rasa was-was di kalangan masyarakat,” tuturnya. Kini komisi II tinggal menunggu instruksi dari ketua atau pimpinan DPRD Balikpapan.

Dia pun mengetahui, sebelumnya Pemkot Balikpapan melalui Dinas Perdagangan sudah melakukan sidak ke distributor minyak goreng. “Kami berharap secepatnya perlu ada kebijakan dari pemerintah,” tuturnya.

Terutama untuk mengontrol harga minyak goreng yang melonjak drastis. Harris bercerita, selain masalah langka di lapangan ada yang menjual minyak goreng dengan harga tinggi.

Penyebabnya karena ada beberapa merek tertentu tidak mendapat subsidi dari pemerintah. Menurutnya merek yang tidak mendapat membuat produsen atau distributor bisa meningkatkan harga jualnya sendiri.

Maka ini yang perlu dikawal oleh seluruh pihak, termasuk DPRD Balikpapan untuk melakukan sidak ke lapangan. Apalagi koordinator untuk Komisi II langsung oleh Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh.

“Jadwal peninjauan tinggal menunggu instruksi beliau. Jika diarahkan hari ini, ya hari ini kami langsung turun ke lapangan,” tuturnya. Harris berpendapat, Pemkot Balikpapan harus memastikan jangan ada oknum yang menahan atau menimbun minyak goreng.

Artinya jangan ada penumpukan barang yang sengaja tidak diedarkan karena ingin mempermainkan harga. Sebab cara ini bisa berdampak pada bahan pokok atau komoditas lainnya. Seperti harga sembako yang kerap naik jelang Ramadan.

Dia berharap, masalah kelangkaan minyak di Balikpapan bisa segera teratasi. Pemkot Balikpapan perlu cepat mengambil langkah dan kebijakan. “Cepat telusuri, jangan sampai ada oknum yang menampung,” imbaunya.

Pihaknya meminta jangan ada penimbunan, setiap barang datang harus segera diecer ke toko-toko yang ada. “Kalau ada permasalahan yang tidak disubsidi, jangan juga seenaknya menaikkan harga,” tutupnya. (din)