BALIKPAPAN-Tim gabungan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Balikpapan bersama Bea Cukai Kota Balikpapan (KPPBC TMP B), berhasil menggagalkan peredaran ganja dan tembakau sintetis.

Kepala BNNK Balikpapan Risnoto, mengatakan, pada Rabu (23/3), tim gabungan terlebih dulu berhasil membongkar jaringan Medan-Balikpapan. Barang bukti 1,785 kilogram ganja berhasil diamankan dalam pengungkapan kasus ini.

Pengungkapan kasus ini, kata Risnoto, bermula dari informasi terkait adanya paket mencurigakan yang berasal dari Medan, Sumatra Utara dengan menggunakan jasa ekspedisi.

"Pada 23 Maret akhirnya berhasil menangkap satu tersangka atas nama SE alias AR (45) di dekat kantor ekspedisi di Kawasan Balikpapan Selatan dengan barang bukti 1,785 kilogram ganja," kata Risnoto pada rilis pengungkapan kasus di Kantor BNNK Balikpapan, Kamis (31/3).

Petugas lalu mengembangkan kasus ini dan berhasil menangkap RY (33) di tempat terpisah. Dalam kasus ini, RY punya peran menghubungkan SE dengan AS alias DI (38), yang merupakan pemesan sekaligus pemilik barang.

Dari pendalaman dan pemantauan oleh petugas, rupanya ganja dari jaringan tersebut telah sampai di salah satu alamat komplek perumahan di Balikpapan Selatan. Namun, paketan ini berasal dari DKI Jakarta.

Rabu (30/3), petugas melakukan pemeriksaan dan menemukan paket barang yang diduga narkotika golongan 1 jenis ganja seberat 2.181 gram. "SE perantara dan pengantar barang dari RY sebagai pemesan," sebutnya.

"Kepada tersangka kami kenakan pasal Pasal 111 ayat (2), Pasal 114 ayat (2),Pasal 132 ayat (1) UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika," kata Risnoto.

WASPADA TEMBAKAU SINTETIS

Sehari berselang, tepatnya Kamis (24/3), tim gabungan kembali berhasil menggagalkan peredaran 11,96 gram tembakau sintetis asal Bogor, yang dikirim lewat jasa paket ekspedisi.

Pada kasus ini, petugas menangkap SA (25) sesaat setelah mengambil paket barang tersebut di salah satu kantor jasa ekspedisi di Balikpapan Selatan.

Dari penggeledahan, di dalam paket yang berisi pakaian tersebut petugas menemukan dua paket plastik kecil barang yang diduga tembakau sintetis (synthetic cannabinoids) dengan total berat 11,96 gram yang diselipkan di dua saku belakang celana.

"Berdasarkan hasil interogasi, SA alias A  mengaku bahwa tembakau sintetis tersebut itu adalah miliknya. Dia membeli barang tersebut dari salah satu akun media online," terang SA.

Peredaran tembakau sintetis di Kota Beriman, diakui Risnoto memang jadi atensi belakangan ini. Dari kasus sebelumnya, pengedar memang membidik Balikpapan sebagai pasar potensial.

"Salah satunya adalah karena banyaknya kedai dan kafe yang jadi tempat berkumpul anak muda," jelas dia.

SA, kata Ristono disangkakan pasal 112 ayat 2 pasal 114 ayat 2, UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. (hul)