BALIKPAPAN-Kepolisian Daerah Kaltim, memastikan Kapolda Kaltim, Irjen Imam Sugianto tak terlibat dalam operasi tambang ilegal di kawasan Kilometer 48, Samboja, Kukar, yang terbongkar pekan lalu.

Sebelumnya, sejumlah pihak mencatut nama Kapolda Kaltim bersama Pangdam VI Mulawarman. Dua petinggi kepolisian dan TNI di Kaltim ini disebut-sebut jadi beking tambang ilegal di Kilometer 48. “Itu tidak benar,” tegas Kepala Bidang Humas Polda Kaltim, Kombes Yusuf Sutejo.

Kasus ini, lanjut Yusuf juga sudah ditangani oleh Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Kalimantan. Sehingga, pihaknya tak akan ikut campur dalam proses penanganannya.

"Kalau proses penyidikannya dalam ranah KLHK, kami tidak ingin tumpang tindih dalam pemeriksaan. Silakan konfirmasi ke KLHK," kata Yusuf.

Pun soal kronologis pengungkapan praktik tambang ilegal tersebut. Yusuf mengaku tak tahu persis. "Kami (Polda Kaltim) kurang paham, sebab kami juga tidak ada di lokasi. Kami juga belum tahu data pelaku entah siapa dan diamankan di mana, kami juga belum tahu," urai dia.

Diketahui sebelumnya Tim Gabungan Pomdam VI/Mlw, Gakkum KLHK dan Denintel Kodam VI/Mlw berhasil menggerebek praktik tambang ilegal di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto, Samboja, Kukar,. 

Pengungkapan tersebut dilakukan pada Kamis (24/3) malam sekira pukul 20.30 Wita tepatnya di KM 48 Desa Bukit Merdeka Kabupaten Kutai Kartanegaram. Informasi tersebut didapat dari masyarakat yang resah lantaran aktivitas tambang ilegal tersebut mencatut Kasum TNI AD, Pangdam VI Mulawarman serta Kalpoda Kaltim sebagai beking. 

Balai Gakkum KLHK Wilayah Kalimantan masih melakukan pendalaman terkait pengungkapan ilegal mining di kawasan KM 48 Desa Bukit Merdeka Kabupaten Kutai Kartanegara.

Kepada media ini Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Kalimantan, Edward Hutapea menerangkan, dari tiga orang yang diperiksa, hingga kini belum ada penetapan tersangka

Tiga orang tersebut adalahh RW yang merupakan petambang atau koordinator lapangan, M, pemilik lahan sekaligus sebagai pemodal bersama A. "Statusnya masih terperiksa, penyidik Gakkum sedang mendalami," kata Edward. (hul)