Penajam - Minyak mentah merupakan salah satu bahan baku utama dalam industri pengolahan Bahan Bakar Minyak. Oleh karena itu, untuk mengendalikan kandungan air pada setiap penerimaan minyak mentah, Pertamina melalui PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikapan mengoperasikan Automatic Inline Sampler di Terminal Lawe-Lawe. Pengoperasian secara perdana dilakukan oleh General Manager KPI Unit Balikpapan Wahyu Sulistyo Wibowo. (Selasa, 12/04).

"Penggunaan Automatic Inline Sampler ini bertujuan untuk melakukan pengendalian secara sistematis dan terpantau tehadap kandungan air pada minyak mentah yang diterima oleh Pertamina," kata Wahyu. 

Wahyu menjelaskan bahwa Automatic Inline Sampler merupakan alat pengambilan sampel minyak mentah yang dilakukan secara otomatis untuk mengendalika kualitas minyak mentah berdasarkan parameter Kandungan Air.

Penempatan alat ini di terminal Lawe-Lawe bukan tanpa alasan. Terminal Lawa-Lawe merupakan fasilitas utama penerimaan minyak mentah sebelum dikirimkan ke Kilang di Balikpapan untuk diolah. 

Wahyu menyampaikan harapannya agar peralatan tersebut dapat digunakan semaksimal mungkin dalam mendukung operasional perusahaan. "Saya berharap alat ini dapat dijaga dan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk memonitor Kandungan Air yang lebih ketat pada saat proses penerimaan minyak mentah dari kapal," kata Wahyu.

Kegiatan pengoperasian perdana Automatic Inline Sampler kemudian dilanjutkan dengan Safari Ramadhan yang diikuti oleh pekerja, mitra kerja serta anak-anak Panti Asuhan Annaja. Dalam kesempatan itu, disalurkan bantuan yang berasal dari donasi pekerja berupa santuan kepada 32 anak Panti Asuhan Annaja, partisipasi bantuan dana untuk pembangunan Musholla Raudatul Jannah Girimukti serta bantuan pembuatan parkir untuk SDN 013 Penajam.

"Semoga bantuan ini bermanfaatn bagi mereka yang menerimanya serta menjadi berkah bagi kita semua," tutup Wahyu. (pro)