Banjarmasin -Musibah ambruknya bangunan Alfamart di Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan menyita perhatian warga Indonesia. 

Termasuk Direksi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK). Perwakilan Direksi BP JAMSOSTEK, Rini Suryani, memastikan negara hadir bagi para korban

"Kami menyampaikan duka bagi musibah ini, kami mewakili Direksi BPJAMSOSTEK memastikan negara hadir dalam memberikan perlindungan kepada seluruh korban," ujarnya di Banjarmasin, Selasa malam.

Rini yang merupakan Deputi Direktur Wilayah BPJAMSOSTEK Kalimantan ini didampingi Kepala Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Banjarmasin Bunyamin Najmi mengunjungi langsung beberapa korban Alfamart ambruk yang dirawat di RS Ciputra di Jalan A Yani KM 9 Kabupaten Banjar dan RS Sultan Agung di Jalan A Yani KM 17 di Kota Banjarbaru.

"Karena mereka merupakan kepesertaan kami di Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek)," ujarnya.

Para korban yang terdata di Jamsostek ini, lanjut Rini, menerima manfaat di mana seluruh biaya pengobatan dijamin hingga sembuh.

"Sampai mereka sembuh total, di sinilah negara hadir bagi jaminan sosial ketenagakerjaan untuk mereka," terangnya.

Rini juga menyampaikan bagi korban jiwa akibat Alfamart ambruk tersebut juga mendapatkan santunan.

"Secepatnya dicairkan, sekarang masih dalam tahap proses perhitungan berapa yang disalurkan, tentunya sesuai dengan ketentuan," ujarnya.

"Ini akan diserahkan kepada ahli waris, bahkan jika korban jiwa memiliki anak, kami juga akan menjamin beasiswa hingga selesai perguruan tinggi," ucapnya.

Rini pun menyampaikan manfaat besar bagi kepesertaan BPJAMSOSTEK bagi masyarakat, khususnya bagi pekerja.

"Di sini kami mengajak untuk perusahaan-perusahaan dan masyarakat pekerja lainnya, baik formal maupun informal seperti tukang ojek hingga pedagang kaki lima maupun pelaku UMKM segeralah daftar BPJAMSOSTEK, karena risiko kapan aja bisa terjadi kepada kita," ujarnya.

Dengan dilindungi BPJAMSOSTEK, ucap Rini, masyarakat mendapatkan jaminan jika terjadi musibah yang tidak diinginkan dalam masa kerja.

"Dengan jaminan negara melalui BPJAMSOSTEK ini, istilahnya masyarakat pekerja tidak jatuh miskin lah jika mengalami musibah, ini dalam rangka mensejahterakan masyarakat," ujarnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sebuah bangunan ruko tiga lantai yang lantai dasarnya disewa toko moderen Alfamart tiba-tiba ambruk sekitar pukul 17.00 WITA, Senin, di mana ada sekitar 15 orang yang sedang berada di bangunan itu tertimbun.

Hingga data terakhir hari ini sebanyak 5 orang dinyatakan meninggal dunia dan beberapa korban lainnya dirawat di rumah sakit.

Direktur RS Sultan Agung Banjabaru dr Rifqiannoor menyatakan, sebanyak 4 pasien korban Alfamart ambruk di Gambut masih dirawat di rumah sakit tersebut.

"Kondisi mereka sudah membaik, bisa berkomunikasi dengan baik, insyaallah akan cepat sembuh," tuturnya.