HARI Kartini diperingati setiap 21 pada bulan April. Kartini identik dengan perjuangan emansipasi wanita di zaman kolonial. Dalam era milenial ini, telah lahir Kartini-Kartini baru di Indonesia yang menjadi agen perubahan dan membawa kebaikan, juga manfaat bagi sekitar demi memajukan Bumi Pertiwi.

Tak sedikit dari mereka turut serta secara langsung dalam pembangunan negeri. Seperti yang dilakukan oleh pegawai perempuan PT PLN (Persero) atau yang biasa disebut Srikandi PLN.

Mereka menunjukkan kiprahnya dalam berkontribusi untuk perusahaan. Dengan ruang dan kesempatan yang setara, PLN selalu menciptakan ekosistem yang kondusif agar para Srikandi dapat berkontribusi menjaga keandalan pasokan listrik untuk masyarakat.

Manager PLN UPDK Mahakam, I Made Harta Yasa mengungkapkan, bahwa 10 persen pegawai di PLN UPDK Mahakam adalah perempuan. Mereka datang dari berbagai latar belakang pendidikan, antara lain ilmu teknik, manajemen, sosial dan sebagainya. Masing-masing turut andil memberikan kontribusi bagi perusahaan.

“Meski minoritas, srikandi-srikandi ini punya peran di bidangnya masing-masing, berkolaborasi untuk satu tujuan yang sama, yaitu memberikan listrik yang andal bagi masyarakat,” ungkapnya.

Contohnya seperti di bidang operasi dan pemeliharaan. Di balik pemeliharaan mesin dan operator pembangkit listrik, siapa sangka terdapat campur tangan srikandi yang menjaga sistem ketenagalistrikan tersebut khususnya di Kalimantan Timur.

Salah satunya, Arinda Sandika Pandiana, Junior Engineer Perencanaan dan Pengendalian Pemeliharaan. Srikandi yang turut andil dalam pemeliharaan mesin pembangkit listrik di wilayah kerja PLN  UIKL Kalimantan UPDK Mahakam tersebut tidak mengenal teriknya siang maupun dinginnya malam dalam bekerja.

Sebagai seorang perempuan, Arinda turut berperan aktif dalam menjaga keandalan pasokan listrik untuk masyarakat dengan melakukan pemeliharaan pembangkit listrik.

Bekerja di bidang pemeliharaan yang didominasi oleh pria, Arinda tentu memiliki tantangan tersendiri. Namun, ia tetap menikmati apa yang dikerjakannya, karena ingin memberikan layanan listrik terbaik bagi masyarakat.

“Sosok Arinda, salah satu srikandi PLN ini diharapkan dapat menginspirasi dan memperluas wawasan kita tentang peran para wanita di era modernitas ini, sekaligus memperkuat kapasitas dalam menjalankan peran-perannya,” tandas I Made Harta Yasa.

"PLN perusahaan besar yang membutuhkan dedikasi seluruh pekerjanya, termasuk pekerja perempuan. Jadi, peran kami sebagai perempuan juga sangat penting dalam memajukan perusahaan. Karena itu, jadilah perempuan yang maju tanpa harus meninggalkan kodratnya sebagai perempuan", pungkas Arinda. (adv/rdh)