BALIKPAPAN-Tahun ini pemerintah memastikan memberi izin masyarakat untuk melakukan mudik, setelah dua tahun dilarang karena pandemi. Kebijakan ini dipastikan membuat arus mudik kembali meningkat, tak terkecuali pengguna penyeberangan feri Penajam-Kariangau, Balikpapan maupun sebaliknya.

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Balikpapan, Cuk Prayitno, memprediksi, pada periode mudik tahun ini akan ada peningkatan traffic hingga 20 persen di Pelabuhan Penyeberangan Penajam-Kariangau.

“Kebijakan pemerintah yang memberikan lampu hijau untuk mudik tentu akan meningkatkan jumlah pengguna kapal ferry. Kami prediksikan bisa mencapai 20 persen (peningkatan),” kata Prayitno, kepada media ini.

Saat ini, Prayitno memang belum melihat adanya pergerakan yang signifikan dari pengguna ferry. Hanya saja, menjelang lebaran dia yakin traffic akan terus meningkat.

Sebagai langkah antisipasi, ASDP Balikpapan juga sudah menyiapkan skenario menambah dua sampai empat armada untuk melayani penyeberangan Penajam-Kariangau dan sebaliknya.

“Saat ini yang beroperasi normal ada 12 armada dan tujuh standy. Jika nanti kondisinya sangat padat kami akan mengoperasikan dua hingga empat armada tambahan untuk mengurangi kepadatan,” katanya.

Di sisi lain, Prayitno mengimbau calon pengendara yang akan menyeberang dari Pelabuhan Penajam untuk mengisi ulang atau top up kartu penyeberangan sebelum antre tiket.

“Untuk Pelabuhan Penajam kami sudah terapkan cashless jadi silakan top up kartunya sebelum antre tiket,” pinta dia.

Penerapan cashless ini, lanjut Prayitno agar tidak terjadi penumpukan antrean di pintu masuk pelabuhan. “Kan lebih praktis, nanti juga tak perlu repot-repot nunggu uang kembalian,” kata Prayitno.

Soal rencana kenaikan tarif penyeberangan, Prayitno mengaku masih menunggu keputusan dari Gubernur Kaltim. “Saat ini masih belum ada perubahan tarif. Kami masih menunggu keputusan, apakah diberlakukan jelang lebaran atau setelah lebaran,” pungkas dia. (hul)