BALIKPAPAN-Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kecamatan Sepaku, PPU, jadi angin segar bagi bisnis perhotelan di Balikpapan.

Direktur Operasional Hotel Platinum Balikpapan, Sugianto mengatakan, dampak signifikan dirasakan seiring meningkatnya jumlah kunjungan ke Kalimantan Timur.

"Rapat-rapat pejabat pusat kan belakangan banyak berlangsung di Balikpapan, kami juga ikut kebagian kuenya," kata Sugianto.

Memang, Sugianto mengaku tingkat okupansi memang belum sepenuhnya pulih seperti tahun 2019 lalu. Saat ini tingkat hunian baru mencapai 50 persen.

"Selama pandemi, okupansi hotel itu rata-rata hanya 20-30 persen. Ini sangat berat bagi bisnis perhotelan. Alhamdulillah, sekarang sudah mencapai 50 persen," ujar dia.

Karena pandemi, Sugianto menyebut beberapa hotel di Balikpapan harus berhenti beroperasi. Kondisi ini, kata Sugi lantaran hotel tak mampu menutupi biaya operasional.

Sampai saat ini, hotel-hotel tersebut masih tutup lantaran perlu modal besar untuk kembali beroperasi.

Di sisi lain, Sugianto menilai bisnis perhotelan bakal terus membaik sampai akhir tahun nanti. Selain isu IKN, perbaikan ekonomi dan pelonggaaran disebut jadi faktor utama membaiknya bisnis perhotelan.

Di samping menjanjikan peluang, kepindahan IKN diakui Sugianto juga jadi tantangan tersendiri. Kalangan perhotelan dituntut mampu menyiapkan SDM dengan baik untuk dapat bersaing.

"Makanya kami di Hotel Platinum juga terus berusaha meningkatkan kualitas SDM dan pelayanan. Beragam inovasi juga disiapkan untuk memuaskan pelanggan," kata dia. (hul)