BALIKPAPAN-Kepolisian Resor Kota Balikpapan telah memeriksa empat saksi pada insiden tewasnya dua pekerja di palka Kapal China Express, yang sedang sandar di Pelabuhan PT KRN, Kariangau, Selasa (26/4) malam lalu.

Kapolresta Balikpapan, Kombes V Thirdy Hadmiarso mengatakan, pemeriksaan terhadap empat saksi ini untuk mencari titik terang, sebab dua pekerja ini meregang nyawa.

“Sejauh ini sudah empat saksi diperiksa, kepolisian juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP),” kata Thirdy.

Thirdy juga menegaskan, dua pekerja yang tewas, Andriansyah dan Fajar bukan merupakan karyawan PT KRN. Dua pekerja ini, merupakan karyawan PT Yeda Jaya Pratama yang ditunjuk oleh PT Balikpapan Cipta Lestari, untuk melakukan proses pengasapan atau fungisasi di dalam palka.

Proses pengasapan, kata Thirdy sudah dimulai sejak Sabtu (23/4). Di mana 15 petugas dari PT Yeda Jaya Pratama naik ke atas kapal China Express. Pekerja lalu masuk ke dalam palka dan menutup seluruh ventilasi dengan lakban.

“Setelah ditutup, barulah proses pengasapan dimulai selama 1x24 jam,” ujar Thirdy.

Pada Selasa (26/4), korban Fajar, yang berada di atas kapal mendengar suara pipa terjatuh di dalam palka. Ia lantas memutuskan turun ke dalam palksa untuk memeriksa menggunakan APD lengkap.

“Korban pertama ini (Fajar) bahkan sempat mengeluarkan besi yang terjatuh. Namun, justru korban tak kunjung keluar,” kata Thirdy.

Curiga, sejumlah rekan korban mengecek dengan senter. Rupanya Fajar nampak dalam posisi jongkok di bawah tangga, tak lama berselang Fajar lantas rebah dalam posisi telentang dan tak sadarkan diri.

Melihat Fajar dalam kondisi tak sadarkan diri, korban kedua, Andriansyah, memutuskan masuk untuk menyelamatkan rekannya. Nahas, Andriansyah justru turut jadi korban dan pingsan di dalam palka.

“Melihat dua pekerja ini dalam kondisi tak sadarkan diri, saksi 1 dan 2 kemudian mencari bantuan. Pada Rabu (27/4) dinihari, kedua korban dapat dievakuasi dan dinyatakan meninggal dunia. Jenazahnya langsung dibawa ke RSKD,” beber Thirdy. (hul)