BALIKPAPAN-Harga telur yang terus mengalami kenaikan mulai dikeluhkan pedagang.  Ramadany Yati, salah satu penjual telur di Pasar Sepinggan menuturkan, kenaikan ini membuat keuntungan yang diperoleh juga menipis.

“Pasti berkurang ya (keuntungan). Karena modal membeli dari distributor kan juga bertambah,” kata dia.

Saat ini, kata Ramadany, harga pasaran telur berada di angka Rp 350 ribu per ikat atau enam piring. Harga ini naik cukup tajam dibanding sebelumnya yang hanya Rp 288 ribu per ikat. “Kalau jual per butir untuk telur ukuran kecil Rp 1700. Atau naik Rp 200 dari harga sebelumnya, Rp 1500,” kata Ramadani.

Kendati harga telur mengalami kenaikan, ia mengaku tak banyak berpengaruh terhadap penjualan. “Kan sudah banyak langganan, jadi ya ada saja yang membeli,” ujar dia.

Selain untuk keperluan rumah tangga, biasanya pelanggan adalah pengusaha warteg hingga pembuat kue. 

Disinggung soal sebab kenaikan harga telur, Ramadani menyebut kenaikan harga pakan ayam petelur di Jawa jadi sebab utamanya. “Kami sudah mendapat info kemungkinan harga masih akan terus mengalami kenaikan,” katanya. (hul)