BALIKPAPAN-Kawasan Balikpapan Barat, khususnya Kelurahan Baru Ulu atau yang lebih popular dengan Gunung Bugis, mendapat perhatian lebih dari Satuan Reserse Narkoba Polresta Balikpapan.

Bukan tanpa sebab, selama ini kawasan Gunung Bugis memang identik sebagai salah satu daerah dengan kasus peredaran narkotika tertinggi di Balikpapan. Dari catatan Satresnarkoba Polresta Balikpapan, sepanjang Mei 2022 saja, polisi sudah mengungkap belasan kasus peredaran narkotika di kawasan ini.

“Hari ini kami lakukan sosialiasi di kawasan ini (Gunung Bugis) tentang bahaya narkotika. Kegiatan seperti ini juga akan dilakukan di titik rawan lainnya,” kata Kasat Resnarkoba Polresta Balikpapan, Kompol Roganda, Jum’at (3/6) sore.

Pada kegiatan sosialisasi kemarin, polisi juga mengecek sejumlah titik di Gunung Bugis yang selama ini diduga kuat jadi pusat peredaran barang haram. Tiga lokasi tersebut kerap disebut loket atas, loket tengah dan loket bawah.

“Ada beberapa rumah di tiga loket itu yang kami periksa. Tapi rumahnya kosong tidak berpenghuni,” jelas Roganda.

Roganda mengklaim, apa yang dilakukan Polresta Balikpapan, juga mendapat dukungan masyarakat sekitar. Mayoritas warga, diakui Roganda sadar bahwa narkotika berdampak buruk terhadap masa depan.

“Kami juga berdialog dengan warga, mereka berharap kampungnya bisa bebas dari narkoba,” ujar mantan Kapolsek Palaran, Samarinda ini. (hul)