BALIKPAPAN-Sebanyak 241 jemaah haji asal Balikpapan bakal diberangkatkan pada musim haji tahun ini.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Balikpapan, Johan Marpaung, mengatakan,  jumlah tersebut  termasuk tambahan mutasi jamaah haji dari DKI Jakarta.

"Dari Balikpapan ada 239 calon jemaah plus tambahan mutasi dari Jakarta, sehingga totalnya ada 241 jemaah haji dari Balikpapan," kata Johan di Balikpapan, Rabu (8/6).

Sejumlah persiapan, dikatakan Johan sudah dilakukan jelang keberangkatan, mulai dari komunikasi dengan Kanwil Kemenag Kaltim, Pemkot Balikpapan, vaksinasi hingga passpor bagi calon jemaah haji.

Johan menyebut proses keberangkatan dari Balikpapan terbagi dalam tiga kloter. Yang pertama, calon jemaah asal Balikpapan bakal bergabung dengan calon jamaah asal Bontang, Berau, Kubar dan Mahulu pada 23 Juni nanti. Totalnya 356 calon jamaah.

"Rencananya pelepasan calon jemaah haji akan dihadiri oleh Gubernur Kaltim," kata Johan.

Selanjutnya, 45 calon jemaah haji bakal kembali diberangkatkan dari Balikpapan pada 29 Juni dan 21 jamaah pada 30 Juni.

Tahun ini, Arab Saudi memberikan kuota haji Indonesia sebesar 100.051 orang. Kuota ini terdiri atas 92.825 haji regular dan 7.226 haji khusus. Jemaah akan mulai masuk asrama haji pada 3 Juni dan pemberangkatan kelompok terbang (kloter) pertama dilakukan pada 4 Juni 2022.

“Kemenag menjalin kerja sama dengan maskapai Garuda Indonesia dan Saudia Airlines untuk memberangkatkan dan memulangkan jemaah haji Indonesia,” jelas Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Selama di Arab Saudi, lanjut Menag, jemaah akan menerima layanan akomodasi, konsumsi, transportasi, bimbingan ibadah, dan juga kesehatan. Untuk akomodasi di Madinah, dipastikan jemaah akan menempati hotel di wilayah Markaziyah dengan jarak terjauh 650 meter dari Masjid Nabawi. Di Makkah, jarak terjauh hotel Jemaah adalah 4 km dari Masjidil Haram. 

“Untuk keperluan ibadah, kami sudah siapkan Bus Shalawat yang akan mengantar jemaah dari hotel ke Masjidil Haram pergi pulang,” papar Menag.

“Untuk layanan katering, jemaah akan mendapatkan makan sebanyak 119 kali selama di Tanah Suci, baik di Madinah, Jeddah, Makkah, maupun pada fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina,” tandasnya.

Terkait layanan ibadah, pemerintah juga sudah menyiapkan sejumlah konsultan ibadah yang tergabung dalam Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Mereka adalah para ahli yang memiliki pengetahuan keagamaan, khususnya di bidang ibadah haji.

Ditambahkan Menag, pemerintah juga sudah menyiapkan Klinik Kesehatan Haji baik di Makkah, Jeddah, dan Madinah, serta sejumlah pos layanan kesehatan. Sarana ini disiapkan untuk memberikan layanan kesehatan secara optimal kepada Jemaah.

Dalam kesempatan yang sama, Menag kembali menegaskan, informasi bahwa dana haji digunakan untuk pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara adalah hoaks. “Tidak benar kalau ada informasi yang mengatakan dana haji digunakan untuk keperluan membangun IKN. Itu sama sekali tidak benar,” tegasnya.  (hul)