BALIKPAPAN-Pemerintah Arab Saudi kembali memberi lampu hijau pelaksanaan ibadah haji setelah dua tahun terhenti karena pandemi.

Namun, sejumlah syarat sejumlah syarat diberlakukan Pemerintah Arab Saudi bagi calon jemaah haji. Salah satunya adalah soal usia maksimal calon jemaah tak boleh lebih dari 65 tahun, 0 bulan, 0 hari.

Kebijakan ini menyebabkan 48 calon jemaah haji asal Kota Beriman, Balikpapan, urung berangkat ke Tanah Suci tahun ini.

Kepala Kantor Kemenag Kota Balikpapan Johan Marpaung didampingi Kepala Seksi Penyelanggaraan Haji dan Umrah, Suharto Baijuri mengatakan, pembatasan usia tersebut untuk mengurangi resiko terpapar Covid-19.

“Jadi bukan batal, hanya tertunda. Semoga tahun depan pandemi berakhir, sehingga jemaah yang usianya di atas 65 tahun bisa berangkat,” kata Johan.

Soal kabar prioritas bagi calon jemaah Haji di atas 65 tahun pada tahun depan untuk diberangkatkan, Johan mengaku belum menerima petunjuk dari Kementerian Agama.

Sebelulmya, pemerintah dan DPR sepakat akan memprioritaskan pemberangkatan haji bagi lanjut usia (lansia) pada tahun depan. Kebijakan ini diberlakukan apabila tidak ada pembatasan usia dari Arab Saudi. 

"Insya Allah tahun depan tidak ada pembatasan umur, maka DPR dan pemerintah sepakat prioritas lanjut usia," ujar Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto saat rapat kerja bersama Menteri Agama yang diikuti secara daring dari Jakarta, Kamis (2/6) kemarin. 

Pada Pelaksanaan haji 1443 Hijriah/2022 Masehi masih dibatasi. Indonesia mendapatkan kuota sepersepuluh dari total jumlah calon haji tahun 2022. Arab Saudi memberikan kuota haji Indonesia sebesar 100.051 orang. Kuota ini terdiri atas 92.825 haji reguler dan 7.226 haji khusus. (hul)