BALIKPAPAN- Untuk mendukung penerapan dan penggunaan teknologi yang cerdas secara berkesinambungan, Pusat Studi Perencanaan Pembangunan Pengembangan Prasarana (PSP4) bersama 4 universitas yakni Universitas Hasanuddin (Unhas), bersama Universitas Balikpapan (Uniba), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan Universitas Langlangbuana Bandung sukses gelar International Confrence On Applied Smart and Green Innovation (ICASGI) di Hotel Grand Jatra, Balikpapan, Rabu (8/6).

Tidak tanggung-tanggung, kegiatan bertaraf international ini berkolaborasi dengan universitas mancanegara, ada Universiti Kebangsaan Malaysia, Ulster University dan Griffith University.

Menghadirkan 3 narasumber yang ahli dibidangnya, mereka adalah Assoc. Prof Ir Dr Nur Izzi Md Yusoff dari Universitas Kebangsaan Malaysia, Asphalt Technology Pavement Engineering, Dr David Woodward dari Ulster University, Northern Ireland Highway Engineering Materials,  dan Prof Sakti Adji Adisasmita, Smart City and Mega Airport dari Unhas.

Ketua Panitia, Dr Ir Lucky Caroles ST MT, IPM mengatakan, kegiatan international ini tujuannya mewujudkan tema kegiatan yakni Innovation Green Technology. “Kami selaku ketua panitia ingin, banyak orang lebih tahu apasih inovasi green teknologi,” katanya.

“Dan tentunya, bagaimana penerapan serta mengimplementasikan dikehidupan sehari-hari,” sambungnya.

Dikatakan Lucky, kegiatan ini juga menjadi bagian untuk memberi pengetahuaan bagi para peneliti, mahasiswa dan stakeholder yang ada di Indonesia. “Intinya bagaimana membantu penggunaan teknologi jadi smart inovasi. Contohnya keseharian yakni pengunaan smart phone dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Menurutnya untuk di Smart Teknologi banyak yang bisa diterapkan, seperti penggunaan parking dimana dulunya memakai manual sekarang serba canggih pintu bisa terbuka langsung. Pun demikian, Green teknologi bagaimana mendesain sesuatu tapi ada efek alamnya seperti meminimalisasi barang-barang yang merusak lingkungan. “Dengan itu semua, kegiatan ini sasarannya bagaimana mulai sekarang kita harus sadar dalam menggunakan teknologi yang cerdas untuk membuat kehidupan lebih baik lagi dari segi meminimalkan SDM yang terbatas, air dan tanah yang terbatas untuk penggunaannya seefisien mungkin dengan tetap mempertahankan pola-pola yang alami,” ungkapnya.

Lucky menambahkan, narasumber Dr David Woodward merupakan Supervisor Sirkuit Mandalika. Dan Prof Nur Izzi yang termasuk peneliti muda yang ada di Malaysia. “Tentunya juga didukung peserta dari 5 mancanegara yakni selain dari Indonesia ada dari Iran, Qatar, Australia dan Malaysia,” pungkasnya.

Sementara Koordinator Kegiataan, Dr Ir Andi Marini Indriani, ST MT menyatakan sangat bangga dengan suksesnya kegiatan yang merupakan kali pertama  diadakan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Prodi Teknik Sipil, Uniba yang bekerjasama dengan 4 universitas lainnya. “Kegiatan ini diharapkan bisa memberikan semangat baru buat Uniba untuk terus maju dan berkembang. Termasuk menggelar  conference international secara berkala setiap tahunnya,” pungkasnya. (dwn/pro25)