TANA PASER - Gedung Unit Gawat Darurat (UGD) yang sudah berdiri sejak 2021 lalu di Puskesmas Long Kali, resmi statusnya milik Pemkab Paser. Gedung senilai Rp 1,3 miliar ini merupakan bantuan dari lembaga Jalin Nusa Indonesia. Penyerahan secara resmi ini langsung dihadiri Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya Takeyama Kenichi & Tsuruma Moe. 

Takeyama  menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud kepedulian pemerintah Jepang terhadap peningkatan kualitas kesehatan di Indonesia. Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan dan Jawa Timur memang berada di bawah wilayah kerja lembaga tersebut. 

Dipilihnya Long Kali sebagai tempat pemberian bantuan, karena akses ke RSUD cukup jauh. 

"Dan pertimbangan lainnya peralatan medis di sini masih terbatas," kata Takeyama, Jum'at (10/6). 

Bupati Paser Fahmi Fadli yang menerima menyampaikan rasa syukur karena bantuan ini menjadi salah satu kontribusi terhadap upaya menciptakan generasi sehat di Paser. Sebagai wujud terima kasih, dia berniat untuk melakukan kunjungan ke kantor Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya nantinya. 

"Bantuan ini sangat terasa dampaknya untuk peningkatan pelayanan kesehatan di Long Kali," kata Fahmi. 

Camat Long Kali Pujiono mengatakan dari 23 desa di Long Kali, baru ada empat layanan Puskesmas. Yaitu di Kelurahan Long Kali, Desa Mendik, Desa Long Gelang, dan Desa Sebakung Taka. Sementara untuk Puskesmas Pembantu (Pusban) juga ada empat titik. Itu semua belum bisa mengcover seluruh warga Long Kali.

"Alhamdulillah adanya gedung layanan UGD ini, sangat membantu teman-teman medis dalam pelayanan," kata Pujiono. (Adv/jib)