SANGATTA - Ratusan Sekolah Dasar (SD) di Kutai Timur (Kutim) sangat berantusias mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Hal itu terbukti dari 230 SD negeri dan swasta di Kutim, ada 179 di antaranya sudah mendaftarkan diri dan menyatakan siap sebagai peserta program tersebut.

“Mereka menyatakan siap dan sudah dituangkan dalam SK Standar dan Kebijakan Pendidikan (PSKP) itu,” terang Plt Kadisdik Kutim Irma Yuwinda melalui Kabid Pendidikan Dasar, Uud Sudiharjo. 

Dia menyebut ada tiga pilihan implementasi Kurikulum Merdeka Jalur Mandiri yang bisa diaplikasikan, yakni Mandiri Belajar, Mandiri Berubah, dan Mandiri Berbagi.

Mandiri Belajar memberikan kebebasan kepada satuan pendidikan saat menerapkan Kurikulum Merdeka beberapa bagian dan prinsip Kurikulum Merdeka, tanpa mengganti kurikulum satuan pendidikan yang sedang diterapkan pada satuan pendidikan.

Sementara Mandiri Berubah memberikan keleluasaan kepada satuan pendidikan saat menerapkan Kurikulum Merdeka dengan menggunakan perangkat ajar yang sudah disediakan pada satuan pendidikan.

Untuk Mandiri Berbagi akan memberikan keleluasaan kepada satuan pendidikan dalam menerapkan Kurikulum Merdeka dengan mengembangkan sendiri berbagai perangkat ajar pada satuan pendidikan.

“Kalau Mandiri Berbagi memang kita belum mengarah kesana, tapi untuk di Kutim ada beberapa sekolah sebenarnya yang potensi bisa berbagi tapi kita sepakat dulu mandiri berubah aja dulu,” ucapnya.

Uud merinci jumlah satuan pendidikan jenjang SD yang menerapkan kurikulum tersebut.

“Kalau mandiri belajar itu ada 36 sekolah, kemudian mandiri berubah ada 143. Sisanya ada 51 sekolah yang menjadi PR kami khususnya di Bidang Pendidikan Dasar, sekolah ini tetap, karena kita sudah evaluasi kami kurikulum Merdeka ini sangat efektif untuk pemulihan (pendidikan)," beber Uud (Adv/*/la)