TANA PASER - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Paser tahun ini melalui Bidang Litbang, melakukan terobosan inovasi agar PNS ditiap OPD memiliki minimal dua agen perubahan. Sejak sosialisasi di awal tahun dan jadwal pengumpulan nama agen tersebut, dari 46 OPD, hanya 27 OPD yang mengirimkan dua agennya hingga batas waktu selesai. 

Kabid Litbang Bappedalitbang Paser Sujono Cipto Trisno mengatakan seharusnya tiap OPD menyetorkan 2 agen perubahan tersebut. Agen ini bertujuan merumuskan inovasi dan pengembangan tiap OPD, mereka diberikan pelatihan atau workshop oleh Bappedalitbang. Targetnya pada 2023 ke depan, permasalahan yang ada di OPD perlahan bisa diselesaikan dan ada inovasi baru. 

"Agen perubahan ini lah yang akan menyusun gagasan dan inovasi untuk OPDnya," kata Sujono, Selasa (14/6). Dia menyayangkan tidak semua OPD yang menyetorkan agennya. Syarat utama agen ini adalah harus berstatus PNS. Namun tidak harus pejabat eselon.

Sujono mengapresiasi sejumlah pimpinan OPD yang antusias dengan program ini. Bahkan ada satu OPD yang agennya ialah pimpinan OPD langsung. Yaitu Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). 

"Pimpinannya Pa Toto Ifrianto sangat luar biasa antusias. Bahkan beliau sendiri yang aktif mengirimkan dokumen programnya," lanjut Sujono. Total dari 27 OPD yang mengirimkan masing-masing dua agen perubahan, ada 9 pejabat eselon yang ikut serta menjadi agen. 

Peran agen perubahan ini ialah agar tiap OPD bisa menghilangkan rutinitas mereka yang tidak produktif dan tidak inovatif.  Lalu bisa meningkatkan produktivitas kerjanya dengan berbagai inovasi. Tiap OPD harus memili target kinerja, jika target itu tercapai maka kualitas pun pasti akan mengikuti. Berimbas pada peningkatan pelayanan publik kepada masyarakat. Agen perubahan dari 27 OPD telah mengikuti workshop offline pada April 2022 lalu, dan online pada Juli 2022 nanti.(Adv/jib)