PENAJAM,- Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Penajam Paser Utara (PPU), H. Hamdam melakukan penandatanganan komitmen kepala daerah untuk mendukung sertifikasi halal bagi Usaha Menengah Kecil (UMK) di Kalimantan Timur (Kaltim). 

Penandatanganan ini dilaksanakan disela-sela Rapat Koordinasi Percepatan Sertifikasi Halal untuk UMK dan Evaluasi serta Penguatan Tim Terpadu Penataan dan Pengawasan Produk Halal dan Higienis Provinsi Kaltim di Hotel Grand Senyiur, Balikpapan, Rabu (18/5/2022).

" Atas nama pemerintah daerah kabupaten PPU kami menyampaikan dukungan terhadap percepatan sertifikasi halal bagi UMK di Kaltim, " kata Hamdam usai kegiatan ini.

Gubernur Kaltim, Isran Noor dalam sambutannya mengajak para bupati dan wali kota ikut mendukung sertifikasi halal bagi para pelaku UMK di kaltim.

“ Sertifikasi halal ini sangat penting untuk pelaku UMK. Kita harus punya semangat dan motivasi yang besar. Bupati dan wali kota segera kejar. Bantu negara untuk menjamin kehalalan dan ketoyiban, ” kata Isran Noor.

Bagi Gubernur, halal bukan hanya soal keyakinan agama, tapi juga menyangkut higienis dan kualitas produk. “Jadi semua produk UMK bisa dimakan siapa saja karena halalan toyiban, ” kata dia.

Sementara itu, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Muhammad Agil Irham, mengatakan, pihaknya terus berjuang keras melakukan akselerasi 10 juta produk bersertifikat halal dalam upaya mendorong Indonesia sebagai negara produsen halal nomor 1 dunia. “Indonesia harus bisa jadi kiblat produsen halal dunia,” kata Muhammad Agil Irham

Alasannya, Indonesia adalah pemilik muslim terbesar di dunia. Di Indonesia jumlah muslim mencapai 87 persen sedangkan di dunia 12 persen.

“Produk halal saat ini sudah jadi tren global. Jadi sekarang bukan hanya soal agama, tapi menjadi standar global berkaitan dengan mutu dan higienitas sebuah produk. Dan juga ada jaminan kesehatan, ” tambahnya. (br/adv/pro)