BALIKPAPAN-Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Balikpapan menjajaki kerja sama bilateral dengan negara tetanga di ASEAN.

Melalui BIMP-EAGA (Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area) Kadin Balikpapan menjadi jembatan bagi para investor untuk pembangunan IKN.

Hal itu disampaikan Ketua Kadin Balikpapan Yaser Arafat. Pekan ini pihaknya bersama BIMP EAGA dan para investor yang dibawa telah melakukan pertemuan.

“Ada empat perusahaan dari Malaysia dan Brunei Darussalam dibawa. Kami penawarkan kontribusi untuk pembangunan IKN. Karena, kebutuhan material untuk pembangunan IKN pasti akan besar. Tentu butuh kerja sama antar negara. Mereka ingin membantu,” terangnya, Jumat (17/6).

Dari empat perusahaan yang dibawa, pihaknya akan membuat kerja sama dengan perusahaan Malaysia Hapseng.

Pihaknya menawarkan kerja sama dibidang maining, batu, dan lainnya berkaitan pembangunan IKN. “Yang pertama ini kami menawarkan kerja sama untuk material batu. Hapseng ini juga punya tambang batu di Malaysia. Dengan kebutuhan material tinggi tentu butuh support terdekat,” ujarnya.

Ia menuturkan, sejauh ini, tambang batu terdekat di Sulawesi. Dari situ, akan pihaknya konektivitaskan dengan Malaysia. Pasalnya jalur lautnya sudah terbentuk. Perusahaan Hapseng sendiri beradai di utara Pulau Kalimantan.

Kemudian, pihaknya menawarkan kerja sama untuk membuka pabrik semen. Potensi ia katakan cukup besar. MoU bulan depan akan Kadin Balikpapan jalankan.

Yaser berharap, kunjungan dari mereka ini bisa meningkatkan investasi serta penguatan kerja sama bilateral dalam bidang perdagangan, kesehatan, dan lainnya. (aji)