BALIKPAPAN-Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto mengisi kuliah tamu di Universitas Balikpapan, Sabtu (18/6) pagi.

Dalam kesempatan tersebut, Airlangga memaparkan catatan positif pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengan pandemi Covid-19 yang belum tuntas. Meski sempat mengalami pertumbuhan minus 3,69 persen, kini ekonomi Indonesia sudah tumbuh positif di angka 5 persen.

“Pemerintah memprediksi ekonomi Indonesia tetap akan tumbuh 4,7–5,2 persen tahun ini,” kata Airlangga.

Ditambah lagi, dari sisi inflasi, Indonesia terbilang mengalami inflasi yang masih cukup terkendali, yakni di angka 3,5 persen. Angka ini, kata Airlangga masih lebih baik ketimbang angka inflasi di Amerika dan Uni Eropa yang menyentuh 8 persen, atau Singapura yang mencatatkan inflasi sebesar 5 persen.

Capaian pertumbuhan ekonomi itu, lanjut dia, menunjukkan bahwa upaya pemulihan ekonomi yang dilakukan pemerintah sudah on the track. 

Laki-laki yang juga Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional ini meneruskan, kesuksesan RI dalam menangani Covid-19 juga mendapat apresiasi secara global.

“Presiden Jokowi bahkan diberi kepercayaan jadi bagian dari Global Crisis Response Group di bawah PBB bersama Perdana Menteri Bangladesh, Perdana Menteri Barbados, Perdana Menteri Denmark, Kanselir Jerman, dan Presiden Senegal,” beber Airlangga.

Tak lupa, Airlangga juga menyinggung pemindahan ibu kota negara yang saat ini sedang diupayakan pemerintah. Dia menilai, pemindahan ibu kota merupakan solusi mengurangi beban DKI Jakarta, yang saat ini kian berat.

Di sisi lain, pemindahan ibu kota diyakini juga mampu memeratakan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, yang selama ini terpusat di Pulau Jawa.

Airlangga menyebut, pertumbuhan ekonomi Kaltim memang lebih rendah ketimbang nasional, yakni 3,21 persen dengan kontribusi hanya 8 persen. Angka ini, kata Airlangga, bahkan lebih rendah jika dibanding Sumatra, yang mengalami pertumbuhan 4 persen dengan kontribusi 21 persen terhadap perekonomian nasional.

“Sementara Pulau Jawa mengalami pertumbuhan sebesar 5 persen dengan kontribusi mencapai 50 persen lebih,” ujar Airlangga.

Pemindahan ibu kota, kata laki-laki yang juga Ketua DPP Partai Golkar ini juga bertujuan untuk menciptakan kota untuk semua dan sebagai identitas nasional serta penggerak ekonomi masa depan.

“Ibu Kota Nusantara memang diarahkan sebagai kota yang sustainable, green city, green energy and smart city,” jelas dia.

Uniba, diharapkan Airlangga mampu memberi peran terhadap pembangunan IKN pada masa yang akan datang. Di sisi lain, Airlangga juga sempat menyinggung industri hidrogen yang disiapkan untuk menggantikan batu bara dan migas pada masa yang akan datang.

Kalimantan Utara, diharapkan jadi salah satu lokasi pengembangan industry hidrogen di Tanah Air. Bahkan, industri hidrogen Tanah Air, diprediksi bakal jadi industri dengan ongkos produksi paling rendah di ASEAN.

“Hidrogen nantinya juga bisa ditransportasi dalam bentuk gas maupun cair, bahan bakunya adalah air,” kata dia.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Tinggi DWK, Rendi S Ismail mengaku terhormat mendapat kunjungan dari Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto.

"Ini jadi motivasi tambahan bagi kami untuk menjadikan Uniba salah satu universitas unggulan di Kaltim," kata Rendi.

Rektor Uniba Isradi Zainal menambahkan, Uniba siap dalam mensukseskan pembangunan Ibu Kota Nusantara.

"Kami ingin pembangunan insfrstruktur juga sejalan dengan pengembangan SDM," jelas Isradi. (hul)