BALIKPAPAN-Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) Andi Widjajanto mengisi kuliah umum di Universitas Balikpapan, Selasa (21/6).

Perkembangan dunia siber jadi salah satu materi kuliah umum yang disampaikan Andi dihadapan mahasiswa Uniba. Laki-laki kelahiran September 1971 ini mengatakan, dalam 10 tahun ke depan, Indonesia butuh 9 juta digital talent jika ingin sejajar dengan Tiongkok, Amerika Serikat dan Eropa Barat.

“Kebutuhan kita 9 juta digital talent, sementara jebolan universitas di bidang digital belum mencapai 6000. Tentu ini jadi tantangan besar,” kata Andi.

Khusus untuk menjamin keamanan digital, sebut Andi, Indonesia membutuhkan 1200 doktor di bidang siber.

Apa yang dikatakan jebolan FISIP UI ini, tak lepas dari program digitalisasi yang sedang direncanakan oleh pemerintah untuk menunjang Ibu Kota Nusantara. 

Andi mendorong Universitas Balikpapan untuk menyiapkan program studi khusus siber bagi mahasiswa. Sebab, saat ini masih sangat sedikit kampus yang menggunakan kata siber di dalam program studinya.

Selain aspek digital, pada kuliah umum “IKN Nusantara, Simbol Identitas Nasional, Kota dengan 4 Pilar Kebangsaan dan Kota Dunia untuk Semua” tersebut, aspek lingkungan juga jadi perhatian utama pemerintah dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara.

“Pemerintah ingin menjadikan Nusantara sebagai green city pertama dan yang sebenarnya di Indonesia,” kata dia.

Bahkan Andi menyebut, Ibu Kota Nusantara nantinya bakal menerapkan nol emisi. Konsekuensinya, pembangkit listrik untuk Nusantara nantinya tak boleh berasal dari batu bara maupun solar.

Sebagai penyuplai listrik, pemerintah menyiapkan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Kayan di Kaltara. Pada tahap awal, PLTA Kayan ditargetkan mampu memproduksi 900 MW listrik, di mana 380 MW akan digunakan untuk keperluan listrik di Nusantara. (hul)