BALIKPAPAN-Seiring dengan meningkatnya jumlah kunjungan ke titik nol Ibu Kota Nusantara, volume sampah yang ditinggalkan pengunjung juga bertambah.

Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Kalimantan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Mini Farida Farhum, mengatakan, persoalan sampah di titik nol juga menjadi perhatian Kementerian LHK.

“Penanganan dan pengelolaan sampah di IKN juga jadi instruksi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” kata dia, Rabu (22/6).

Ia mencatat, jumlah kunjungan ke Ibu Kota Nusantara, khususnya titik nol, mencapai angka 900 pengunjung per hari. Jumah ini, lanjut dia, bakal melonjak hingga 5000 pengunjung per hari, pada akhir pekan dan hari libur lainnya.

Volume sampah yang dihasilkan biasanya mencapai 300-500 m3 atau setara tiga truk per hari, dengan dominasi plastik botol minuman dan bungkus makanan ringan. Sementara sampah organik, Biasanya ada bersamaan dengan agena atau even di titik nol Ibu Kota Nusantara.

Sampah tersebut, saat ini masih diangkut menuju kontainer yang disiapkan Kementerian PUPR, sebelum dibawa menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Manggar, Balikpapan.

Ke depan, Farida menargetkan kawasan IKN, termasuk titik nol bisa bebas sampah alias zero waste sesuai komitmen pemerintah. Sebagai langkah awal, baru-baru ini, Kementerian LHK sudah menyiapkan sejumlah fasilitas untuk menampung dan mengangkut sampah dari titik nol. Ada sepuluh gerobak sampah, 30 tempat sampah terpilah dan enam tempat sampah tematik yang disiapkan pemerintah lewat Kementerian LHK.

“Kami juga mengimbau agar pengunjung tidak meninggalkan sampahnya di titik nol IKN,” pinta Farida.

Selain menyiapkan fasilitas penampungan dan pengangkutan sampah, ke depan, pemerintah juga bakal memberdayakan masyarakat sekitar untuk mengelola sampah menjadi bernilai ekonomis.

Program tersebut, dikatakan Faridah sudah mulai berjalan. Dimulai dengan pendampingan oleh tim penyuluh Kementerian LHK, sebelum membentuk pusat daur ulang sampah dan bank sampah di kawasan Sepaku.

Ditargetkan, awal Juli nanti, bank sampah dan pusat daur ulang sampah sudah terbentuk dan bisa dikelola oleh masyarakat. “Pengelolaan sampah ini akan terus berjalan hingga nanti Badan Otorita IKN benar-benar terbentuk,” tuntas Farida. (hul)