Peran sekolah swasta diharapkan mampu membantu penyerapan siswa siswi tahunajaran baru. Seperti, Balikpapan Islamic School (BIS), untum tingkat SD, sejak Maret lalu sudah full terisi.

 

DAYA tarik sekolah swasta tidak kalah dengan sekolah negeri. Terbukti, BIS sudah close atau tidak menerima murid lagi untuk tingkat Sekolah Dasar.

Kepala Sekolah BIS Abdul Malik mengatakan, untuk swasta, biasanya PPDB dilakukan jauh hari sebelum PPDB sekolah negeri.

“Kalau kami, mulai sejak November tahun lalu. Itu berlaku untuk tingkat SD dan SMP. Rata-rata semua sekolah swasta menerapkan demikian,” katanya, Rabu (22/6).

BIS sendiri, ia sebutkan tingkat SD memiliki empat rombongan belajar (rombel). Per rombel sekitar 28 murid. Untuk SMP, ada empat rombel dengan total 25 murid per rombel.

Ia menyebutkan, untuk tingkat SD, kuota yang ada sudah full. “Malah sejak Febuari atau Maret, kuota murid yang kami terima sudah penug. Sedangkan untuk SMP, kami masih membukanya,” terangnya.

Menurutnya, alasan masyarakat memilih sekolah swasta, karena fasilitas yang diberikan cukup bagus. Serta, materi pelajaran tidak hanya pelajaran pada umumnya, pembelajaran lainnya seperti pengembangan minat bakat, al quran, hingga entrepreneur diberikan.

Seperti di BIS, pihaknya memiliki sarana gedung untuk belajar, ruang serba guna, olahraga, wifi, lab komputer, dan lainnya. Materi belajar yang diberikan dikembangkan.

“Kami sekolah islam, tentu mengajarkan pemahaman al quran kepada murid. Selain itu, program asa bakat untuk menggali kemampuan mereka. Bahkan kami mengajarkan mereka untuk membuat sebuah riset. Seperti kuliah mulai bab 1 hingga bab 5. Dan itu syarat wajib untuk kelulusan,” terangnya.

Kemudian, program entrepreneur. Sejak dini, pihaknya membantu menanamkan jiwa entrepreneur kepada murid-murid. “Kami ada program market day, disitu para murid dibagi untuk menghasilkan sebuah karya dengan nilai jual,” bebernya.

Tidak ketinggalan, BIS juga memiliki program pemagangab. Pihaknya; bekerja sama dengan relasi BIS untuk program pemagangab.

“Jadi mereka melakukan pemagangabn, tapi tidak dalam konteks bekerja. Mereka kami minta untuk mengamati bagaimana cara kerja di perusahaan. Jika tidak dapat tempat magang. Kami menempatkan mereka di pemagangan sekolah,” tuturnya.

Menurutnya, program ini menarik minat masyarakat. Ia menyebutkan, anak Wali Kota Rahmad Mas’ud, cucu mantan Wali Kota sebelumnya, Rizal Effendi bersekolah di tempatnya (BIS).

Program lainnya, yakni pemagangan di pesantren rekan BIS. “Kami membantu menumbuhkan rasa simpati dan empati kepada murid. Kami ingin membuka hati mereka, bahwa ada yang tidak seberuntung mereka,” katanya.

Untuk, penerimaan sendiri, pihaknya juga membuka penerimaan untuk masyakrakat duafa. “Kami terbuka. Kami sortir mereka. Kami memang ada kursi khusus untuk mereka,” bebernya.

Ia mengaku, masih banyak masyarkaat yang ingin masuk BIS. Khusus untuk tingkat SD sudah full pihaknya tidak bisa memaksakan.

“Biasanya, mereka yang tidak diterima di negeri, baru lari ke swasta. Ya, tapi kami sudah full. Untuk SMP masih ada tapinjuga sudah semakin sedikit kuotanya,” tutur Malik.

BIS sendiri, ia sebutkan sudah ada sejak 2004. Untuk SMP-nya baru ada dua tahun kebelakang. (aji)