SANGATTA - Sebagai upaya menurunkan emisi gas rumah kaca terus dilaksanakan pemerintah dan para pihak terbaik secara berkesinambungan. Terkait upaya dimaksud, Dinas Lingkungn Hidup Kutai Timur (DLH Kutim) menggelar Lokakarya Latihan (Lokalatih) Pelaporan Inventarisasi Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dan Aksi Mitigasi Penurunan GRK 2022.

Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan The Deutsche Gesellschaft fur Internationale Zusammenarbeit (GIZ) Jerman perwakilan Samarinda. Sebagai wujud nyata dalam upaya aksi penurunan emisi gas rumah kaca. 

Kegiatan yang ditujukan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD), sektor swasta, pertambangan, perusahaan perkebunan serta koperasi ini bertujuan untuk mengetahui status naik turunnya emisi GRK suatu wilayah. Sehingga dapat digunakan sebagai acuan dalam penentuan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Agar perencanaan kegiatan dan program  menjadi lebih baik serta terarah. 

“Data tersebut akan dijadikan bahan-bahan laporan Kabupaten ke Provinsi, terkait faktor apa saja yang mempengaruhi GRK,“ ujar Rinda Ariyani selaku Pejabat Fungsional Pengendali Dampak lingkungan DLH Kutim.

Penurunan Emisi GRK, sambung Rinda, merupakan salah satu program yang masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026 Kutim. Tertuang dalam misi kelima pemerintah daerah. Yakni mewujudkan sinergitas pengembangan wilayah dan integrasi pembangunan yang berwawasan lingkungan.

“Diharapkan dengan adanya lokakarya ini, kita mampu menginventarisasi dan mengidentifikasi emisi gas rumah kaca. Serta menganalisis dampak aksi mitigasi yang ada,” terangnya.

Ditempat yang sama perwakilan dari GIZ Samarinda, Chaidir Adlan mengatakan, penurunan emisi GRK tidak hanya menjadi tugas DLH semata, namun menjadi tanggung jawab semua pihak termasuk swasta.

“Tentu output-nya kami ingin men-support laporan terkait emisi GRK dari DLH. Sehingga target  penurunan rendah karbon dengan indikator yang ditentukan bisa tercapai,” tutup ia. (Adv/*/la)