BALIKPAPAN-Indonesia Diaspora Network (IDN) Global berkeinginan ambil bagian dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), utamanya dalam program digitalisasi desa di kawasan IKN.

Presiden IDN Global, Kartini Sarsilaningsih mengatakan, program yang diberi nama Diaspora Bangun Desa ini sudah berjalan di 5000 desa di seluruh Indonesia.

"Sistemnya dibuat Diaspora di Australia, namanya openSID dan sudah digunakan di 5000 desa," kata Kartini pada peringatan 10 Years Global Movement Indonesia Diaspora dengan tema Future Indonesia di Titik Nol Nusantara, Kecamatan Sepaku, Rabu (5/7).

Tak hanya itu, Kartini mengaku Diaspora Indonesia juga berpotensi menjadi promotor dan jembatan bagi investor yang ingin terlibat dalam pembangunan IKN.

"Ada 6-8 juta Diaspora Indonesia yang tersebar di seluruh dunia, ini tentu jadi potensi bagi Indonesia. Kami ingin berkontribusi meskipun dari luar negeri," kata Kartini.

Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan bahwa IKN akan menjadi superhub ekonomi yang akan menjadi economic powerhouse Indonesia di masa depan, dengan kekuatan ekonomi domestik yang besar hingga regional dan global.

Menurut Amalia, superhub ekonomi akan diwujudkan melalui enam klaster ekonomi dan dua klaster pendukung yang dibangun melalui kerja sama antar daerah mitra.

Tidak hanya di Pulau Kalimantan tetapi juga daerah-daerah lain di Indonesia.

Selain itu,superhub ekonomi akan mentransformasi ekonomi di Kalimantan Timur yang saat ini lebih banyak mengandalkan batubara dan minyak sawit.

“Ke depan kita harus mewujudkan ekonomi Kaltim yang memiliki nilai tambah dan berbasis produktivitas," kata dia.

Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Bambang Susantono menambahkan, pada tahap pertama, pemerintah akan memfokuskan pembangunan berbagai gedung di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) seluas sekitar 900 hektare.

“Di area KIPP akan kami bangun Istana Presiden,Istana Wakil Presiden, beberapa kantor kementerian, lembaga tinggi negara, berbagai plasa seperti Plasa Kebangsaan, fasilitas TNI-Polri, perumahan dan apartemen, fasilitas esensial penunjang lain seperti pendidikan, kesehatan, kebutuhan sehari-hari dan tempat hiburan dengan tema yang sesuai dengan kondisi hijau dan ramah lingkungan di Kalimantan,” ungkap Bambang Susantono. (hul)