BALIKPAPAN-Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan, Rabu (6/7), mengabulkan enam petitum dalam gugatan PT Duta Manuntung terhadap PT Kaltim Elektrik Power (KEP) dan PT Cahaya Fajar Kaltim (CFK).

Sidang putusan gugatan perdata wanprestasi digelar di Kantor PN Balikpapan di Jalan Jenderal Sudirman, Balikpapan Selatan.

Tim Pengacara PT Duta Manuntung, Yuridio Tirta mengatakan, PN mengabulkan enam petitum dari belasan yang dilayangkan penggugat, PT Duta Manuntung.

“Garis besar gugatan yang diterima, PN menyatakan hukum piutang antara penggugat dan para tergugat. Kedua tergugat itu harus membayar sisa utang pokok Rp 75,8 miliar,” terangnya usai persidangan.

Kemudian, di poin lainnya yang dikabulkan, PN menyatakan, para tergugat telah melakukan prestasi cedera janji/wanprestasi. Dalam poin 12 yang dikabulkan, ia sebutkan, Tergugat I dan II serta Turut Tergugat I dan Turut Tergugat II wajib patuh dan tunduk atas putusan perkara ini.

Beberapa petitum yang tidak dikabulkan seperti poin ke 9. Dalam poin itu berisi tergugat wajib membayar bunga 6 persen dari sisa utang tergugat. “PN tidak mengabulkan karena penggugat bukan lembaga keuangan,” bebernya.

PN memberikan tenggat waktu 14 hari tergugat jika ingin menyampaikan keberatannya. 

“Jika mereka tidak ada banding, ya putusan itu wajib mereka jalankan. Kami masih menunggu respons mereka atas putusan ini,” bebernya.

Sebagai informasi, putusan ini dari laporan perkara Nomor 146/Pdt.G/2021/Pn.BPP. Sidang pertama pada September tahun lalu.

Selain gugatan perdata wanprestasi kepada PT KEP dan PT CFK, PT Duta Manuntung juga mengajukan gugatan perdata atas aset tanah perusahaan di Balikpapan, Sangatta, Bontang dan Tenggarong. 

Gugatan yang ditujukan kepada Zainal Muttaqin itu terdaftar di PN Balikpapan Perkara Nomor141/Pdt.G/2021/Pn.BPP.(**)