BALIKPAPAN-Dua perusahaan yang bergerak di bisnis ketenagalistrikan, divonis wanprestasi oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Balikpapan, Rabu (6/7). Perusahaan itu adalah PT Kaltim Electric Power (KEP) dan PT Cahaya Fajar Kaltim (CFK). Selaku pihak tergugat, kedua perusahaan itu diwajibkan membayar sisa utang secara tanggung renteng kepada penggugat, PT Duta Manuntung yang jumlahnya sebesar Rp 75.806.604.804.

“Penggugat (PT Duta Manuntung) dapat membuktikan sebagian dalil-dalil gugatannya,” kata Ketua Majelis Hakim Lila Sari membaca amar putusan. Sementara itu, PT Kaltim Electric Power selaku tergugat 1 dan PT Cahaya Fajar Kaltim selaku tergugat 2, tidak mampu memberikan pembuktian mengapa uang sebesar Rp 75.806.604.804 tidak bisa dikategorikan sebagai utang piutang kepada PT Duta Manuntung. 

“Mengadili dalam eksepsi, menolak eksepsi tergugat 1 dan tergugat 2, dan turut tergugat 1 (PT Indonesia Energi Dinamika) dan turut tergugat 2 (PT Lombok Engery Dynamics), dalam pokok perkara, mengabulkan gugatan penggugat untuk sebagian, menyatakan para tergugat telah melakukan perbuatan wanprestasi. Menyatakan hubungan hukum utang-piutang antara penggugat dan tergugat adalah sah dan mengikat, menyatakan sisa utang pokok tergugat adalah sebesar Rp 75.806.604.804,” kata Lila Sari.

Lanjut Lila membaca amar putusan, utang para tergugat telah jatuh tempo sejak 10 Juni 2021, sebagaimana disampaikan dalam somasi terakhir PT Duta Manuntung selaku penggugat, dan mengukum para tergugat membayar sisa utang pokok sebesar Rp 75.806.604.804 secara tanggung renteng. “Menghukum turut tergugat 1 dan turut tergugat 2, untuk patuh dalam putusan perkara ini,” sebut hakim berkerudung itu. Usai membacakan putusan hakim selama 37 menit, Lila Sari memberi waktu kepada kuasa hukum penggugat ataupun tergugat selama dua pekan untuk menentukan sikap. “Atas putusan ini, mau terima atau banding, silakan pikir-pikir,” katanya menutup persidangan.

Dalam amar putusannya, Lila Sari membacakan beberapa pertimbangan majelis hakim mengapa PT Kaltim Electric Power (KEP) dan PT Cahaya Fajar Kaltim (CFK) dinyatakan wanprestasi. Di antaranya, adanya surat pembayaran angsuran utang tergugat kepada penggugat sekitar Rp 2,5 miliar pada periode tahun 2018. Untuk diketahui, gugatan perkara wanprestasi yang diajukan PT Duta Manuntung bergulir sejak September 2021. Tim kuasa hukum PT Duta Manuntung, Yuridio Tirta mengatakan, majelis hakim Pengadilan Negeri Balikpapan yang mengadili perkara, telah mengabulkan sebagian gugatan dari 14 poin petitum gugatan yang dilayangkan penggugat.

“Garis besar gugatan yang diterima, PN Balikpapan menyatakan hubungan hukum utang piutang antara penggugat dan para tergugat adalah sah dan mengikat. Kedua tergugat itu, harus membayar sisa utang pokok sebesar Rp 75,8 miliar,” terangnya usai persidangan. Kemudian, di poin lainnya yang dikabulkan, PN menyatakan, para tergugat telah melakukan perbuatan cidera janji/wanprestasi. Pria yang akrab disapa Dio itu melanjutkan, para turut tergugat wajib patuh dan tunduk atas putusan perkara ini.

Sementara itu, beberapa gugatan PT Duta Manuntung yang tidak dikabulkan, lanjut Dio, salah satunya mengenai adanya bunga 6 persen dari sisa hutang tergugat. Pertimbangan majelis hakim adalah, karena penggugat bukan lembaga perbankan. “Jika mereka tidak ada banding, ya putusan itu berkekuatan hukum tetap sehingga wajib mereka jalankan.

Kami masih menunggu respons mereka atas putusan ini,” bebernya. Selain gugatan perdata wanprestasi kepada PT Kaltim Electric Power (KEP) dan PT Cahaya Fajar Kaltim (CFK), PT Duta Manuntung juga mengajukan gugatan perdata atas aset tanah perusahaan di Balikpapan, Sangatta, Bontang dan Tenggarong.  Gugatan yang ditujukan kepada Zainal Muttaqin itu terdaftar di PN Balikpapan dengan nomor perkara 141/Pdt.G/2021/Pn.BPP. (aji/riz2)