SANGATTA - Pembangunan jalan nasional saat ini sudah sangat jelas, pasalnya dimulai tahun ini sampai tahun depan akan digarap. Infrastruktur khusus Kutai Timur (Kutim) dialokasikan Rp 1,5 triliun. Bahkan anggaran dengan jumlah tersebut pertama kali terjadi di kabupaten ini.

“Anggaran itu untuk jalan di Kutim. Ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Selama puluhan tahun tidak pernah,” ujar Anggota DPR RI Dapil Kaltim, Irwan.

Karena itu, dirinya meyakini ke depan jalan nasional di wilayah Kutim akan semakin lebih baik, karena sebagian besar jalan akan dibeton.

"Jalan yang terpantau rusak berat akan kami beton sehingga kita bisa mengubah paradigma yang lama dari jalan rusak menjadi jalan yang berkeselamatan,” tandasnya.

Pengerjaan jalan akan dilanjutkan dengan Kontrak Tahun Jamak (Multiyears) di kedua sisi jalan termasuk drainase.

“Jadi tahun ini sampai tahun depan itu ada multiyears. Reservasi dari (jalan) Bontang-Sangatta kemudian Sangatta-Simpang Perdau, total keseluruhan,” jelasnya.

Terpisah, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim Agus Arifin memastikan ruas jalan nasional ini akan tersambung mulus akhir 2023 nanti. 

“Ada beberapa ruas yang tuntas akhir 2022 ini, tetapi beberapa ruas memang harus multiyears sampai 2024,” jelasnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Kutim, Asran Lode menyebut perbaikan jalan nasional bukan kewenangan daerah. Sehingga pihaknya tidak turut ambil andil.

"PU Kutim untuk jalan kabupaten saja. Jalan nasional itu kewenangannya Balai Jalan," tutur ia. (Adv/*/la)