BABULU – Pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi prioritas dan perhatian banyak pihak. Hal inipun menjadi fokus PT Sukses Tani Nusasubur (STN), sebagai salah satu perusahaan perkebunan di Kecamatan Babulu, Penajam Paser Utara.

Perusahaan kelapa sawit jaringan PT Astra Agro Lestari itu melakukan sejumlah langkah antisipatif. Mulai dari sosialisasi ke sekolah-sekolah, masyarakat, hingga patroli bersama dengan pihak berwajib terkait.

Selasa (5/7) lalu, PT STN melakukan kegiatan sosialisasi dan praktek pemadaman ringan di kantor Desa Labangka, Kecamatan Babulu. Hadir dalam kegiatan itu, dari kepala desa dan seluruh staff, serta perwakilan masyarakat dari tiap RT, dengan total peserta 30 orang.

Kepala Bagian Fire Management PT STN Anggy Setiawan mengatakan, praktik yang disosialisasikan adalah pemadaman api menggunakan kain basah dan alat pemadam api ringan (APAR). Selain peserta, stakeholder di Desa Labangka juga hadir dalam kegiatan tersebut. Dari Kades Subhan, dan Babinsa Kecamatan Babulu untuk desa Labangka Serda Slamet.

 “Pentingnya praktik ini supaya masyarakat dapat melakukan penanggulangan dalam skala kecil sebelum menjadi kebakaran besar. Yang penting tidak panik, sunpaya pemadaman bisa dilakukan secara tepat,” ujar Anggy.

 Slamet menilai, kegiatan ini sangat baik sebagai antisipasi awal penanggulangan kebakaran. Tetapi yang tidak kalah penting sebenarnya adalah mengedukasi pencegahan munculnya api, sekecil apapun itu.

“Semoga kegiatan seperti ini berlanjut dari PT STN. Kita berharap dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam melakukan pencegahan dan penanggulangan kebakaran,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama juga dilakukan penyerahan bantuan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) oleh manajemen PT STN yang diwakili oleh PIC Fire Protection dan langsung diterima oleh Subhan selaku Kepala Desa Labangka. 

“Saya mewakili pemerintah Desa Labangka memberikan apresiasi dan terima kasih kepada PT STN atas pengetahuan dan bantuannya. Nantinya APAR ini akan dipasang di Kantor Desa dan ini menjadi salah satu bagian kesiapsiagaan pemerintah desa,” tutup Subhan. (pms/man/35)