BALIKPAPAN-Nasib tragis menimpa Ramadhan Adi Rangga, 17 tahun dan Samsul alias Dhika, 19 tahun, dua sekawan ini meregang nyawa, diduga karena tersengat listrik tiang penerangan jalan umum (PJU) di Jalan MT Haryono, Ahad (3/7) malam lalu.

Riswin Wizandani (37), ayah almarhum Rangga, mengatakan, putranya meninggal sesaat setelah membantu pengendara yang terjebak banjir di kawasan Jalan MT Haryono, tak jauh dari traffic light simpang Jalan MT Haryono-Jalan Letjen ZA Maulani.

Dari rekaman CCTV Dinas Perhubungan, Riswin menyebut, sebelum meninggal, sang anak bersama sejumlah rekannya termasuk Dhika tampak membantu mendorong motor yang mogok karena kebanjiran dari arah Damai.

Rangga mendorong bagian belakang motor, sementara rekannya yang lain memegangi motor dari bagian kanan dan kiri. Sebagian lagi ikut mengawal, bahkan ada yang berenang-renang di samping kendaraan yang didorong. Diketahui, mereka berjalan menyusuri median jalan di Jalan MT Haryono dalam kondisi hujan masih cukup deras.

Saat mendekati tiang lampu PJU ke dua sebelum lampu merah, Rangga tiba-tiba rebah dan menempel di tiang lampu PJU. Kejadian nahas ini, sebut Riswin terjadi sekira pukul 23.30 Wita.

“Melihat Rangga terjatuh, Dhika lantas mencoba mendekat. Dhika yang mencoba menyelamatkan juga ikut rebah. Mereka meninggal di tempat, dugaan karena tersengat listrik JPU,” kata Riswin di kediamannya di Jalan Inpres 3, Kamis (7/7) sore.

Riswin mengaku, sebelum kejadian, sang putra tak menunjukkan gelagat aneh. Sama seperti hari biasanya, Rangga berangkat ke kedai di kawasan Balikpapan Regency. Rutinitis ini dijalani Rangga selepas lulus SMA.

“Mengisi waktu luang sebelum masuk kuliah dia bantu-bantu jaga kedai sampai sore. Setelah itu biasanya langsung main futsal atau nongkrong di kafe di Jalan Letjen ZA Maulani,” kata Riswin.

Ahad malam, sesaat sebelum kejadian nahas, Rangga diketahui tengah berada di kedai kopi di Jalan Letjen ZA Maulani.

Di sana dia bersama Dhika dan sejumlah rekannya. Karena hujan deras, Rangga dan kawan-kawannya memilih sekalian bermain hujan. Tak hanya itu, dia berinisiatif mencari pemotor yang motornya mogok karena menerjang banjir untuk dibantu. Maklum, kawasan Jalan Letjen ZA Maulani dan Jalan MT Haryono selama ini selalu langganan banjir manakala hujan deras mengguyur Kota Beirman.

“Karena di Jalan Letjen ZA Maulani sepi (tidak ada yang terjebak banjir), dia jalan ke depan (Jalan MT Haryono). Rangga dan kawan-kawan lalu menyusuri jalan ke arah Damai,” kata Riswin menceritakan kronologis kejadian yang dia lihat dari rekaman CCTV Dishub Balikpapan.

Sekitar 100 meter dari lampu merah, dia menjumpai perempuan dan laki-laki pengendara motor menuju arah lampu merah mengalami mogok. Tanpa basa basi, mereka langsung membantu mendorong ke arah lampu merah.

Nahas, saat sampai di tiang PJU ke dua dari lampu merah, Rangga tersengat listrik. Begitu juga dengan Dhika yang mencoba menyelamatkan Rangga. Kawan yang lain, kata Riswin juga sempat berusaha menolong, namun ikut terlempar karena tegangan listrik.

Dua sekawan ini meninggal dunia meski sempat dibawa ke Rumah Sakit Siloam. “Kalau dari CCTV saya yakin mereka meninggal di tempat,” kata Riswin sambil menahan kesedihan.

Sementara sang ibu, Dian Beviana, tak banyak berkata-kata. Dia hanya mengatakan, sang putra sempat beberapa kali meminta maaf sebelum kejadian nahas ini menimpa.

“Tanggal 11 Juli nanti jadwalnya dia (Rangga) tes di Universitas Mulawarman,” kata dia.

Riswin mengaku sudah mencoba meminta penjelasan kepada Dinas Perhubungan Kota Balikpapan terkait kejadian ini. Sebab, pada malam nahas tersebut, ada korban lain yang diduga juga tersengat listrik JPU di Jalan MT Haryono. Dari video yang beredar di media sosial, korban berjenis kelamin perempuan tersebut berhasil diselamatkan sejumlah warga.

“Kejadiannya setelah Rangga dan di sekitar situ, tapi di tiang JPU kelima kalau tidak salah. Artinya ada kemungkinan kerusakan di JPU tersebut. Sebab di JPU lain tidak ada masalah,” sebut Riswin.

Hanya saja, lanjut Riswin, dia belum mendapat jawaban pasti dari Dishub Kota Balikpapan. Meski diakui dia, empat petugas Dishub Kota Balikpapan sudah mendatangi rumahnya dan menyampaikan duka cita serta memberikan tali asih. “Informasi resmi akan disampaikan Kepala Dinas Perhubungan, kebetulan sedang di luar kota, jadi kami menunggu saja,” ujar dia.

Dia berharap Dinas Perhubungan Kota Balikpapan bisa memberikan kejelasan terkait kejadian ini. Sebab, dua nyawa sudah jadi korban. “Apakah ada unsur kelalaian, atau apa kan saya tidak tahu. Makanya saya minta kejelasan. Ini supaya ke depan kejadian serupa tidak terulang,” harap dia.  (hul)