BALIKPAPAN-Puluhan kilogram jeroan yang diduga bekas penyembelihan hewan kurban ditemukan mengotori pantai di belakang Bandara SAMS Sepinggan, sejak Sabtu (9/7) kemarin.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan, Sudirman Djayaleksana menyebut, organ hewan kurban semestinya tidak dibuang sembarangan. Ini mengacu kepada Surat Edaran Walikota Nomor 660/0724/DLH tentang Pelaksanaan Kegiatan Hari Raya Idul Adha 1443 H/2022 M Tanpa Sampah Plastik. 

Imbauan tersebut, kata Dirman, sudah disebarluaskan ke kecamatan, kelurahan hingga ke pengurus-pengurus masjid yang melaksanakan pemotongan hewan kurban. 

"Perlakuan untuk organ hewan sama  seperti hewan yang mati. Tubuh hewan yang tidak dipakai juga sebaiknya dikuburkan. Seharusnya seperti itu. Berarti kesadaran masyarakat yang kurang," kata Sudirman.

Bahkan, lanjut Dirman, pada poin ke enam SE Wali Kota tersebut, masyarakat diminta untuk tidak membuang organ atau sisa daging kurban ke tempat sampah hingga laut.

Lantaran tak diketahui siapa yang membuang sampah jeroan tersebut, DLH nampaknya bakal kesulitan menerapkan sanksi.

"Kalau seperti ini kan mencari jarum di jerami. DLH sudah memberi imbauan lewat edaran wali kota. Kembali lagi ke masyarakat. Ketika ada seperti itu lapor. Pasti kami lacak," tambah Dirman. 

Namun demikian, DLH dipastikan bakal menurunkan tim untuk menguburkan sampah jeroan tersebut. Ia juga meminta peran aktif masyarakat untuk ikut bergerak,

“Kami ada petugas, nanti akan kami tanam (jeroannya). Kami juga berharap masyarakat sekitar juga ikut bergerak,” pinta dia. (hul)