BALIKPAPAN-Satgas Covid-19 Provinsi Kaltim mengategorikan Balikpapan sebagai zona merah penularan Covid-19. Ini setelah dalam beberapa hari terakhir, kasus positif terus mengalami peningkatan. Bahkan, saat ini kasus terkonfirmasi sudah menyentuh 67 kasus.

Kendati masuk dalam zona merah berdasarkan infografis Satgas Covid-19 Provinsi Kaltim, Balikpapan rupanya masih dalam status PPKM Level 1 atau masuk zona kuning secara nasional. Penilaian ini mengacu kepada Inmendagri Nomor 34 Tahun 2022 yang berlaku mulai 5 Juli hingga 1 Agustus mendatang.

Bahkan, berdasarkan asssesmen dari Kemenkes, RI per tanggal 10 Juli, dari delapan indicator penilaian, Balikpapan juga masih berada pada level 1.

Kepala Bidang Keamanan dan Penegakan Hukum Satgas Penanganan Covid-19 Kota Balikpapan, Zulkifli, mengatakan, lantaran masih masuk PPKM Level I, kegiatan masyarakat di Kota Beriman tetap akan diberi izin.

“Sikap kami tetap memberikan izin kegiatan masyarakat yang mengumpulkan massa dengan relaksasi sesuai dengan PPKM Level 1,” kata laki-laki yang juga Kepala Satpol PP Kota Balikpapan ini.

Zul meneruskan, berdasarkan ketentuan PPKM Level 1, maka kegiatan di dalam ruangan tetap diberi izin menggunakan kapasitas hingga 100 persen dan dilaksanakan hingga pukul 22.00 Wita. Namun, bagi kafe yang beroperasi pada malam hari maka akan diberi kelonggaran lebih.

“Kafe yang baru buka sore hari atau pukul 6 sore misalnya, maka akan diberi izin hingga pukul 2 dinihari,” kata dia.,

Meski tetap menerapkan ketentuan sesuai dengan PPKM Level 1, penetapan zona merah dari provinsi tetap menjadi perhatian pemerintah. Ia juga akan terus memantau perkembangan yang terjadi.

“Memang ada perbedaaan kriteria dari provinsi dan nasional. Tapi penetapan zona merah ini tetap harus diwaspadai,” jelas dia.

Oleh sebab itu, Zulkifli mengingatkan agar masyarakat lebih disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, dengan minimal menggunakan masker, baik di dalam maupun di luar ruangan. (hul)