PONTIANAK- BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Kalimantan mengggelar Rapat Koordinasi Teknis dengan seluruh Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) se- Kalimantan, Rabu (13/7). Kegiatan dilaksanakan secara Hybrid Lurind dan Onsite di Kota Pontianak. 

Sebanyak 314 PLKK aktif yang bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan se- Kalimantan hadir mengikuti acara dengan antusias.

Hadir sebagai narasumber pada kegiatan tersebut dari eksternal dan internal BPJS Ketenagakerjaan. 

Dari internal BPJS Ketenagakerjaan yaitu dr Melati Ratimajari sebagai Asisten Deputi Bidang Pengembangan Kanal. Sedangkan narasumber eksternal menghadirkan Dokter Penasehat Kalimantan Barat dr. Widi Raharjo, M.Kes dan Dokter Okupasi dari RS RSCM Jakarta yakni dr. Astri Mulyantini Monik, SpOk. 

Dalam paparannya, dr. Widi Raharjo membahas peran Dokter penasehat pada Kasus Jaminan Kecelakaan Kerja-Penyakit Akibat Kerja-Return To Work (JKK- PAK -RTW). Sedangkan dr Astri membahas materi peran PLKK. 

Pada internal BPJS Ketenagakerjaan, Dr Melati Ratimajari menjelaskan mengenai informasi tentang PLKK serta program Jaminan Kecelakaan Kerja.

Sementara itu, dalam sambutan dan pembukaan acara, Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan dalam hal ini diwakili Deputi Direktur Bidang Kebijakan Operasional Program Kunto Wibowo mengatakan, kegiatan ini dihelat dalam rangka mempererat hubungan silaturahmi sesama mitra kerja. "Dengan harapan akan terbangun sinergitas yang lebih baik dalam rangka pemberian pelayanan yang terbaik kepada para peserta BPJS Ketenagakerjaan," kata Kunto Wibowo. 

Sementaea itu, Deputi Direktur Wilayah, Rini Suryani, menambahkan, kegiatan ini dalam rangka peningkatan pelayanan PRIMA Paripurna kepada pekerja. Ia berharap dari pertemuan ini dapat memberikan kemudahan layanan di fasilitas kesehatan. Baik di puskesmas, klinik,maupun rumah sakit bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan yang mengalami kasus kecelakan kerja dan Penyakit Akibat Kerja.

"Selain memberikan kemudahan layanan, dapat meningkatkan coverage kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi tenaga kerja yang bekerja di seluruh fasilitas kesehatan untuk dapat diikuti dalam program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan," ujar Rini Suryani. (pro)