BALIKPAPAN-Satuan Reserse Narkoba Polresta Balikpapan berhasil menangkap IR (40), buruh harian lepas yang merupakan pemakai sabu dan HER(34), pengedar sabu, Selasa (5/7) kemarin.

Kasat Resnarkoba Polresta Balikpapan, Kompol Roganda menjelaskan, penangkapan IR Bermula laporan dari masyarakat, bahwa IR kerap bertransaksi sekaligus mengonsumsi sabu di rumahnya di Gunung Sari Ilir, Balikpapan Tengah.

"Di sana (rumah tersangka), anggota menemukan IR sedang berupaya memakai sabu. Selanjutnya dilakukan penangkapan dan penggeledahan. Dari IR kami temukan barang bukti pipet kaca berisi serbuk diduga narkotika jenis sabu," kata Kompol Roganda, Kamis (14/7). 

Aparat juga menemukan barang bukti lain berupa bong yang dibuat dari bekas botol plastik dan ponsel.

Kepada polisi, IR mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari HER (34). Untuk setiap gram sabu, IR kudu merogoh kocek  Rp 150 ribu.

Berbekal pengakuan IR, polisi lantas melakukan pengembangan dan berhasil menangkap HR tak sampai satu jam setelah penangkapan IR. Dari tersangka HER, polisi kembali mengamankan 13 paket kecil sabu seberat 5,64 gram siap edar. Rupanya, HER juga mendapatkan barang haram tersebut dari OM yang merupakan warga Samarinda. OM saat ini berstatus DPO.

"Tersangka HER mengaku mendapatkan sabu dari OM dengan harga Rp 1,2 juta. Selain dijual, sabu yang dibeli juga dikonsumsi sendiri oleh HER," terang Roganda.

Atas perbuatannya, IR dipersangkakan Pasal 114 Ayat 1 Sub 112 Ayat 1 Sub 127 Ayat 1 UU 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Sementara tersangka HR dijerat Pasal 114 Ayat 1 Sub 112 Ayat 1 UU  35 Tahun 2009Tentang narkotika dengan engan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. (hul)