BALIKPAPAN-Terungkapnya kasus kekerasan seksual yang menyebabkan gadis di bawah umur di Balikpapan meninngal rupanya bermula dari kecurigaan ibu korban.

"Ibu korban ini melihat ada darah keluar dari bagian belakang (dubur) korban saat di rumah sakit. Karena curiga dia melapor ke kepolisian," kata Kapolresta Balikpapan, Kombes Thirdy Hadmiarso, Sabtu (16/7) siang.

Berbekal laporan tersebut, polisi lantas bergerak dan mengamankan Az (57), Ahad (3/7) malam, sehari setelah meninggal dunia.

Selain menangkap Az, yang merupakan suami siri korban, kepolisian juga menangkap AB, bapak tiri korban dan memeriksa 10 saksi terkait kasus ini, termasuk ibu korban.

"Tersangka ini punya peran masing-masing. Proses penyidikan juga masih terus dilakukan," ujar Thirdy.

Tak cuma itu, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, mulai dari celana dalam korban hingga alat bantu seks.

Soal dugaan adanya korban lain, Thirdy menyebut baru menerima satu laporan masuk. "Belum ada lagi yang melapor, kalau merasa jadi korban silakan melapor ke Polresta Balikpapan," ungkap dia.

Dugaan adanya korban pelecehan memang sempat disampaikan warga sekitar rumah tersangka. Warga menyebut, tersangka Az beberapa kali mengirim foto sedang bersama anak-anak di dalm mobil kepada mantan istrinya.

"Curiganya demikian (ada korban lain), sebab beberapa kali anak yang dibawa ke rumah itu berbeda," kata salah satu warga. (hul)