BALIKPAPAN – Dua orang warga Balikpapan datang ke Ditreskrimum Polda Kaltim, Jumat (15/7). Didampingi kuasa hukum, Adi Wiranata, mereka melaporkan seorang warga berinisial FS karena diduga telah melakukan tindak pidana penipuan.

Adi Wiranata menjelaskan, kasus ini bermula pada bulan lalu. Antara terlapor dengan kliennya berinisial IK awalnya berkenalan melalui Instagram. Dari pesan pribadi, terlapor menawarkan barang – barang bermerek buttonscarves yang kini tengah “naik daun”. Kliennya pun tertarik untuk membeli karena barang yang ditawarkan terlapor memiliki harga di bawah pasaran. 

“Klien kami sudah transfer. Namun barangnya tidak dikirim-kirim. Bahkan dua kali klien kami bertransaksi, namun nihil,” ucap Adi dari Lembaga Kajian Bantuan Hukum (LKBH) Universitas Balikpapan itu.

Sementara untuk kliennya berinisial MF, mengaku kenal dengan terlapor karena teman sekolah saat SD. Kemudian melalui pesan Instagram juga ditawari terlapor barang bermerek buttonscarves. Dengan alasan salah beli dan dijual dengan harga lebih murah kepada MF.

“Dua klien kami menderita kerugian Rp 4,5 juta. Namun kami juga menerima informasi jika ada kasus yang diduga melibatkan terlapor senilai Rp 850 jutaan dengan modus permodalan usaha. Namun pelapor belum masuk dalam kuasa kami,” jelas Adi.

Selain itu, dari pengakuan kliennya dan penelusuran melalui media sosial, diduga masih ada korban-korban lain. Di mana untuk sementara, sudah ada enam orang yang mengaku pernah ditipu terlapor. Baik bermodus jual beli via Instagram atau perkara utang piutang.

“Kami bawa kasus ini ke ranah hukum karena klien kami memandang terlapor tidak memiliki itikad baik,” terang Adi.

Terpisah, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Yusuf Sutejo mengatakan, pasca laporan yang dibuat oleh pelapor, pihaknya akan melakukan pendalaman terlebih dulu terhadap laporan para korban. Tentu penyidik akan memintai keterangan para saksi dan mengumpulkan sejumlah bukti untuk menindaklanjuti laporan tersebut.

“Tentu kami akan melakukan penyelidikan terlebih dahulu. Kami masih akan dalami dulu,” singkat Yusuf. 

Kaltim Post lantas berusaha untuk mengonfirmasi dugaan laporan penipuan tersebut ke FS. Melalui pesan Instagram, awak media mengirimkan permintaan untuk wawancara ke akun yang diduga milik FS. Namun hingga berita ini ditayangkan, pesan yang terkirim belum mendapat balasan. (rdh)