TANA PASER - Sejak pandemi Covid-19 2020, banyak Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Paser makin banyak yang vakum. Hal ini berdampak pada minimnya pengembangan pariwisata di Bumi Daya Taka (Paser). 

Dari 139 desa di Paser, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) menyebut hanya 10 yang aktif. Bahkan yang mengemuka hanya tiga, yaitu Desa Janju dengan Kampung Warna-Warni, Desa Pasir Mayang dengan Pantai Pasir Putih, dan Desa Luan yang memiliki Gunung Boga atau Gunung Embun. 

Ketiga desa ini juga bisa aktif karena memiliki potensi alam yang mendukung. Belum ada yang dari nol membuat. Kepala Disporapar Paser Muksin mengatakan akan segera membuat lomba untuk Pokdarwis ini. 

"Kita harapkan banyak desa yang antusias mengikuti ini agar berinovasi," kata Muksin, Senin (18/7). 

Muksin mencontohkan untuk Pokdarwis yang sudah dianggap berinovasi, dinas akan memperjuangkan anggaran pengembangan lokasi wisata. Seperti di Desa Pasir Mayang tahun ini di APBD Perubahan 2022 yang akan mendapatkan alokasi anggaran untuk pembangunan Gazebo. Begitu juga dengan Desa Luan untuk pengembangan kawasan wisata Gunung Embun. 

"Lelang proyek pekerjaan Gunung Embun sebentar lagi dimulai," kata Muksin. 

Diakuinya lokasi wisata memang sulit jika tidak ada sinergis antar lini pembangunannya. Seperti teori pentahelix, memadukan antara akademisi, dunia usaha, komunitas, pemerintah dan media. Semua unsur ini harus bersatu memajukan suatu wisata. 

"Apalagi memang jarak tempuh ke Paser cukup jauh dari kota besar, sehingga minim yang berkunjung ke sini. Kecuali jika memang tempat wisatanya sangat bagus atau buat orang penasaran," tuturnya. (Adv/jib)