TANA PASER - Lomba yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Paser bertema Gebyar IV Museum Sadurengas, banyak yang menarik dan bertema kearifan lokal. Hal ini diapresiasi Wakil Bupati Paser Syarifah Masitah Assegaf, dia meminta perlombaan buda dan seni ini bisa lebih rutin digelar,  kalau perlu sebulan sekali.

"Hari ini nostalgia masa kecil saya di Paser Belengkong," kata Masitah, Senin (18/7) 

Dari SD sampai SMA Masitah tinggal di sekitar Museum. Dia menyampaikan pada  2023 itu nantinya akan jadi kawasan pusat religi dan budaya. Dananya dari provinsi. Bakal ada perbaikan infrastruktur. Masitah juga menginginkan bahasa Paser lebih sering digunakan diberbagai acara si Paser. 

"Sekarang jarang bahasa Paeer digunakan di masyarakat umum," kata Masitah.

Seperti Tari Ronggeng, sebaiknya di festival kan rutin tiap bulan. Tiap kecamatan wajib ikut, sehingga bisa digali potensi kecamatan mana saja. 

Kepala Disdikbud Paser M Yunus Syam mengatakan kurikulum merdeka belajar saat sangat membantu meningkatkan kebudayaan di daerah. Rencananya even seperti ini per tiga bulan digelar. 

"Kalau bisa tiap malam minggu ada budaya. Semoga 2023 itu bisa tiap bulan," tutur Yunus. 

Ini bertujuan agar ekstrakurikuler yang dilatih bisa dikembangkan. Jangan sampai siswa latihan terus tapi tidak bisa tampil. Disdikbud juga berkomitmen akan menguatkan lagi bahasa lokal. Ada sekitar 300 peserta umum dan pelajar yang ikut memerintahkan Gebyar Sadurengas kali ini. (Adv/jib) 

 

Jenis Lomba di Gebyar IV Museum Sadurengas 18- 21 Juli:

 

- Mewarnai Tingkat TK

- Belogo SD dan Umum

- Lukis Koleksi Museum Tingkat SMP

- Cerdas Cermat Museum Tingkat SMP

- Cerita Tentang Museum Untuk Guru TK/PAUD, SD, dan SMP

- Fotografi Museum Tingkat Umum

- Sorong Batang Tingkat Umum

- Vlog Museum Tingkat Umum.