TANA PASER - Tindak lanjut dari giat Rembuk Stunting, Kabupaten Paser langsung meluncurkan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dahsat), Kampung Keluarga Berkualitas (KB), dan Pojok Edukasi Masyarakat (Pesat). Program ini melibatkan seluruh stakeholder organisasi hinggap tingkat desa seperti PKK, IDI dan lainnya. 

Bupati Paser Fahmi Fadli mengatakan program ini sangat penting untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Bumi Daya Taka. Ini juga untuk menakan kematian perempuan atau ibu rumah tangga. 

"Pemkab Paser sangat peduli terkait stunting ini, sehingga adanya Perpres Nomor 72 Tahun 2021 terkait percepatan penurunan stunting bisa ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah," kata Fahmi, Rabu (20/7). 

Launching tiga program BKKBN di Bumi Daya Taka ini, juga diikuti secara  virtual ketua kampung KB di 126 desa di Kabupaten Paser. 

Kepala Perwakilan BKKBN  Kaltim Sunarto yang hadir  memuji besarnya kepedulian CSR PT Kideco Jaya Agung terkait dukungan program penurunan Stunting, juga apresiasi gerak cepat Bupati Paser  terkait percepatan penurunan stunting.

“Kabupaten Paser ini memang luar biasa.Baru Paser  yang respon cepat terkait Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan stunting. Terimaksih pak Bupati, Paser sangat gesit, dan ini perlu dukungan semua pihak,” katanya.

Sementara, Pembina  BKKBN pusat dr  Yulistiani Wardani  menekankan jika program BKKBN selama  ini untuk menurunkan angka stunting secara keseluruhan, dan  program ini sebutnya  perlu melibatkan banyak komponen. (Adv/jib)