PENAJAM - Wakil Ketua I DPRD Penajam Paser Utara (PPU) Raup Muin menerima berbagai keluhan masyarakat saat menggelar reses di Kelurahan Penajam, Kecamatan Penajam, PPU,  Minggu (27/3/2022). Salah satu keluhan yang disampaikan oleh masyarakat adalah banjir yang kerap kali melanda BTN Km 4, Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam. 

Anggota DPRD PPU Dapil Penajam ini mengungkapkan, warga BTN Km 4 menyampaikan aspirasi agar parit di perumahan itu diperbaiki karena, kondisi parit yang sempit menyebabkan aliran air saat hujan deras tidak berjalan lancar. Akibatnya, rumah warga di perumahan tersebut sering kebanjira. “Rata-rata warga menyampaikan aspirasi soal penanggulangan banjir. Aspirasi ini akan disampaikan ke pemerintah agar ke depan dimasukkan dalam program pemerintah daerah,” kata Raup Muin. 

Ia mengungkapkan, Pemkab PPU sedang dilanda defisit mencapai Rp300 miliar. Utang program dan kegiatan tahun 2020 dan 2021 yang belum dibayarkan tersebut menjadi beban pemerintah yang harus diselesaikan tahun ini. Meskipun di sisi keuangan daerah yang kurang sehat, pemerintah daerah diharapkan tetap berupaya menangani persoalan banjir yang kerap kali terjadi di beberapa kelurahan/desa.

“Kondisi saat ini memang sakit (daerah sedang defisit). Tapi, kepekaan dan kepedulian kita harus tetap diperkuat. Itu akan kita bahas bersama pemerintah untuk mencari solusinya,” ujarnya.

Selain itu, kata Raup Muin, warga meminta agar DPRD dan pemerintah daerah untuk menjembatani warga dalam pelibatan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kecamatan Sepaku karena, pembangunan IKN Nusantara akan banyak peluang pekerjaan. Warga PPU diharapkan mendapatkan prioritas. 

“Warga juga minta penyiapan SDM dalam rangka menyongsong pemindahan IKN. Mengenai hal ini, pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya mengkomunikasikan ke pemerintah pusat agar membantu peningkatan SDM di PPU,” tandasnya. (ae/adv)