BALIKPAPAN-Polda Kaltim bekerjasama dengan PT Telkom Indonesia meluncurkan aplikasi Aplikasi Sistem Analisa Pengendalian Digital (ASAP Digital) di Kaltim pada Kamis (21/7).

ASAP Digital adalah sebuah aplikasi yang dikembangkan oleh PT Telkom untuk mendeteksi dini kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap terjadi di wilayah Indonesia, tak terkecuali Kaltim.

Kapolda Kaltim, Irjen Imam Sugianto mengatakan, Kaltim mendapat tambahan delapan titik kamera cctv di menara BTS milik PT Telkom untuk mengawasi karhutla.

“Tujuh kamera akan ditempatkan di Kabupaten Paser sementara satu akan ditempatkan di Kutim,” kata Kapolda selepas peluncuran ASAP Digital di Hotel Platinum, Kamis (21/7).

Penempatan kamera cctv tersebut, kata Imam tak lepas dari cukup tingginya potensi karhutla di daerah dengan perkebunan kelapa sawit.

“Daerah dengan perkebunan sawit yang luas memang cukup potensial terjadi karhutla. Ini yang kami coba antisipasi,” jelas jenderal kelahiran Malang ini.

Bupati Kabutapen Paser, Fahmi Fadli mengaku gembira dengan penempatan tujuh titik kamera cctv di kabupaten yang dia pimpin. Dia berharap, ke depan akan semakin banyak titik yang bisa dipantau langsung, sehingga potensi karhutla bisa diantisipasi.

“Terima kasih kepada Telkom, harapannya tentu bisa diperbanyak titik yang bisa diawasi,” katanya.

Executive Vice President (EVP) Telkom Regional 6 Kalimantan, Fera Pebrayanti menyebut, lewat ASAP Digital ini Telkom ingin berperan dalam monitoring dan analisis sehingga kebakaran hutan dan lahan tak meluas.

Sebagai informasi, Aplikasi ASAP Digital ini memiki keunggulan monitoring real tie CCTV 360 derajat dengan kemampuan jelajah 8 KM yang menampilkan kualitas suhu, kelembaban udara dan data titik api update berkala 5 menit. (hul)