BALIKPAPAN-Kapal Blue Dragon 12 yang tenggelam di anak Sungai Semoi, Kelurahan Mentawir, Sepaku, Kabupaten PPU diketahui beralayar dari Pelabuhan Kamal, Madura, Kamis (21/7).

Nahas saat memasuki anak Sungai Semoi, Sabtu (23/7) sore, kapal tiba-tiba saja meledak dan terbakar sebelumnya akhirnya tenggelam.  Akibatnya, satu dari 12 ABK di dalam kapal terkonfirmasi hilang, empat mengalami luka.

“Jadi kapal ini bersama tongkang sedang antre untuk memuat batu bara. Tiba-tiba sore meledak dan terbakar lalu tenggelam setelah 10 menit meledak,” kata Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Yusuf Sutejo bersama Direktur Polairud Polda Kaltim, Kombes Donny Adityawarman, Ahad (24/7).

Meski belum merinci sebab ledakan, Yusuf menyebut, ledakan diduga berasal dari lambung kapal. “Penyebab pasti (ledakan) baru bisa diketahui setelah bangkai kapal diangkat dan diselidiki tim forensik,” katanya.

Selain E yang dikonfirmasi hilang, Yusuf menyebut empat ABK lainnya mengalami luka dan kini sedang menjalani perawatan di RS Pertamina Balikpapan. Kondisi empat ABK ini juga sudah mulai stabil. “Mereka rata-rata mengalami luka bakar dan dislokasi bahu,” ujar Yusuf.

PROSES PENCARIAN TERUS BERLANGSUNG

Proses pencarian terhadap E alias Erol, salah satu anak buah kapal (ABK) tug boat Blue Dragon 12, yang tenggelam di anak Sungai Semoi, Kelurahan Mentawir, Kecamatan Sepaku, PPU, Sabtu (23/7) petang, terus berlanjut hingga hari ini (24/7).

Direktur Polairud Polda Kaltim, Kombes Donny Adityawarman didampingi Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Yusuf Sutejo, mengatakan, saat ini Ditpoalirud bersama perangkat SAR yang lain terus berupaya menemukan Erol dan bangkai Kapal Blue Dragon 12.

“Kapten kapal juga kami datangkan untuk menunjukkan titik tenggelamnya kapal,” kata Donny kepada jurnalis di Balikpapan, Ahad (24/7).

Donny menambahkan, saat insiden ledakan yang berujung tenggelamnya kapal Blue Dragon 12, Erol didug sedang berada di dalam kamar dan tak sempat menyelamatkan diri. “Dugaannya korban berada di kamar dan tenggelam bersama kapal,” ucap dia.

Soal penyebab meledaknya kapal, polisi enggan menduga-duga. Penyebab pasti ledakan baru bisa diketahui setelah bangkai kapal diangkat. “Nanti tim forensik yang akan menyelidiki,” kata dia.

Sejauh ini, polisi juga belum meminta keterangan dari para korban tenggelamnya Kapal Blue Dragon 12. Donny menyebut, sejumlah korban saat ini masih menjalani perawatan sementara sisanya masih mengalami trauma. “Ada empat ABK yang dirawat di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan,” kata dia.

Sebagai informasi, Kapal Blue Dragon 12 meledak, terbakar lantas tenggelam di kawasan Anak Sungai Semoi, Kelurahan Mentawir, PPU, Sabtu (23/7) sore. Polisi menyebut ada 12 ABK di dalam kapal. Satu ABK bernama Erol dikonfirmasi hilang, sementara ABK lain berhasil selamat. (hul)