BALIKPAPAN-Pasutri asal Balikpapan, JH dan S, harus berurusan dengan pihak kepolisian. Sebabnya, keduanya berkomplot sebagai pencuri dan penadah barang curian.

JH (30), terlebih dulu melakukan pencurian di rumah sang majikan di Jalan Soekarno-Hatta Nomor 14, RT 65, Kelurahan Karang Rejo, Balikpapan Tengah, pada 16 Juni 2022 lalu.

Tak tanggung-tanggung, dari rumah majikannya, JH mencuri 200 gram perhiasan emas, mulai dari cincin, gelang, kalung dan anting serta uang tunai Rp 30 juta.

Setelah mencuri, dia memberikan barang curian tersebut kepada istrinya, S. Emas curian selanjutnya digadaikan dan dijual oleh sang istri.

“Hasil menggadai emas curiannya Rp 39 juta ada juga yang dijual. Uang hasil gadai dan penjualan ini sebagian digunakan untuk membeli emas,” kata Kapolsek Balikpapan Utara, Kompol Eko Budiyanto pada rilis ungkap kasus di Mapolres Balikpapan, Selasa (26/7).

Selain digunakan untuk membeli emas, uang hasil penjualan barang curian juga digunakan untuk membeli sejumlah perlengkapan rumah tangga, seperti lemari es, AC, kipas angin hingga lemarin.

“Tersangka ini juga sempat bepergian ke Samarinda, Kutim, Berau hingga Sulawesi, sebelum akhirnya kami tangkap pekan lalu di rumah kos di kawasan Kampung Timur, 22 Juli kemarin,” lanjut Eko.

Kepada polisi tersangka mengaku sudah lima tahun bekerja di toko bangunan milik korban. Memanfaatkan situasi rumah yang kosong, JH lantas masuk ke dalam rumah sang majikan yang berdempetan dengan toko bangunan menggunakan kunci yang sudah dia duplikat.

“Jadi saat kejadian korban sedang berada di luar rumah. Setelah mencuri, tersangka langsung kabur dan tak kembali bekerja,” kata Eko.

Akibat perbuatannya, JH dijerat pasal 363 tentang pencurian, sementara sang istri (S)  dijerat pasal 480 tentang penadahan. (hul)