BALIKPAPAN-Proses investigasi untuk mengetahui sebab tenggelamnya tugboat Blue Dragon 12, di anak Sungai Semoi, Kelurahan Mentawair, Sepaku, PPU, Sabtu (23/7), bakal menunggu bangkai kapal diangkat ke permukaan.

Hanya saja, proses pengangkatan bangkai kapal Blue Dragon 12 dipastikan tidak mudah. Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Yusuf Sutejo mengatakan, crane (derek) khusus untuk dapat mengangkat bangkai Blue Dragon 12 dari kedalaman 6 meter ke permukaan.

“Kami masih berkoordinasi untuk mencari crane dengan spesifikasi khusus untuk mengangkat bangkai kapal,” kata Yusuf di ruangannya, Selasa (26/7) pagi.

Setelah kapal diangkat, barulah proses investigasi dapat dilakukan oleh tim forensik. “Kalau investigasi di dalam air tidak bisa karena kondisi airnya itu keruh,” jelas Yusuf.

Terkait jenazah Erol Samallo, ABK yang jadi korban tenggelamnya tugboat Blue Dragon 12, Yusuf menyebut saat ini sudah berada di RS Bhayangkara untuk menjalani autopsi.

“Kepolisian juga tengah berupaya menghubungi keluarga korban (Erol),” ucap dia.

Sebagai informasi, tugboat Blue Dragon 12 tenggelam di anak Sungai Semoi, Kelurahan Mentawir, Kecamatan Sepaku, PPU, pada Sabtu (23/7) sore kemarin.

Sebelum tenggelam, kapal sempat mengalami ledakan dan terbakar. Belakangan ledakan diketahui berasal dari bagian lambung kapal. Saat kejadian berlangsung, ada 12 orang di dalam kapal, termasuk kapten dan ABK. Nahas, Erol, salah satu ABK yang diduga berada di dalam kamar tak sempat menyelamatkan diri saat kapal tenggelam.

Jasad Erol akhirnya ditemukan tim penyelam Basarnas pada Senin (25/7) pagi di dalam kamar di kedalaman 6 meter. (hul)