BALIKPAPAN – Bendungan Telaga Sari kembali bocor. Padahal perbaikan baru selesai beberapa waktu lalu. Sehingga Komisi III DPRD Balikpapan mempertanyakan hasil perbaikan tersebut.

Ketua Komisi III Alwi Al Qadri mengatakan, terkait kebocoran bendungan maka pihaknya menggelar rapat dengar pendapat (RDP). Tepatnya mengundang Dinas Pekerjaan Umum dan konsultan perencana Bendungan Telaga Sari pada Senin (4/7).

Turut hadir koordinator Komisi III sekaligus Wakil Ketua DPRD Balikpapan Sabaruddin Panrecalle. Dia mengatakan, pertemuan yang dihadiri konsultan perencana untuk mempertanyakan pekerjaan perbaikan kebocoran Bendungan Telaga Sari.

Perbaikan berjalan dalam waktu tiga bulan. Berdasarkan penjelasan konsultan, penyebab kebocoran karena kontur tanah tidak stabil. “Jadi sudah diperbaiki tapi rembes ke tempat lain, ketika ditambal di sini yang di sana bocor,” katanya.

Meski perbaikan telah dinyatakan rampung, namun kontraktor masih memiliki tanggung jawab untuk pemeliharaan. Masa pemeliharaan selama enam bulan, terhitung hingga Oktober. Sebagai tindak lanjut, pihaknya akan kembali melakukan pertemuan. 

“Apa hasil analisanya, kalau sudah sesuai berarti ada faktor alam. Itu yang mau kita cari,” ungkapnya. Pertemuan selanjutnya juga akan dihadiri oleh Dinas PU, konsultan perencanaan, kontraktor, dan pengawas.

Dalam pertemuan ini, pihaknya ingin memastikan pemeliharaan bendungan masih dilakukan kontraktor. Sesuai dengan perjanjian kerja. Selain itu, Komisi III DPRD Balikpapan berencana melakukan sidak ke lokasi.

Terutaka untuk melihat pekerjaan yang ada sudah sesuai dengan rencana penanganan. "Perlu agenda sidak agar tahu apa yang menjadi sumber permasalahannya kebocoran lagi," tutupnya. (din/adv)